Joyetech Exceed Grip AIO Pod System

First of all, postingan ini ditujukan untuk kamu yang sudah berusia minimal 19 tahun. Kalau masih lebih muda dari itu, cek postingan lainnya aja. Mungkin rekomendasi tempat ngopi lebih menarik untuk dibaca.

Kedua, itu judulnya udah kayak reviewer pro. Padahal saya bener-bener nol soal vape-vapean ini. Jadi ini bukan review, hanya bercerita sedikit tentang pengalaman saya untuk pod system pertama ini.

Berawal dari seringnya muncul rekomendasi review alat-alat vape dan liquid (ejuice, eliquid, apa sik namanya?) di Youtube, saya jadi mulai sering baca-baca soal dunia vape ini. Sampai akhirnya penasaran dan memutuskan untuk mencoba sendiri. Dan saat menulis ini, saya baru sadar kenapa orang sering terjerumus ke hal yang dilarang. This curiosity is so dangerous.

Setelah membaca beberapa referensi, akhirnya saya memilih AIO pod system untuk dicoba. Alasannya karena lebih ringkas dan tidak repot untuk dipelihara. Selain itu, AIO pod system belakangan ini sudah mampu untuk digunakan bersama dengan liquid biasa dengan kandungan nikotin rendah. Bahkan ada pilihan zero nic, tidak harus menggunakan liquid saltnic yang mayoritas memiliki kandungan nikotin cukup tinggi.

Kelebihan Kekurangan Joyetech Exceed Grip Pod System

Mengapa Memilih Joyetech Exceed Grip?

Karena modelnya keren. Saya langsung suka begitu melihat model dan motifnya. Untuk yang colorfull, Exceed Grip ini memiliki Dual Colorful IML Panels. Sehingga sisi kanan dan kiri memiliki desain dan warna yang berbeda. Dari beberapa motif yang tersedia, saya memilih model Rainbow Tattoo. Sebenarnya model Skull Stone terlihat lebih kalem, tapi kebetulan stok sedang kosong.

Harga Joyetech Exceed Grip Pod System

Isi paket penjualan dari Joyetech Exceed Grip ini juga cukup lengkap dan menarik. Selain kabel USB untuk keperluan charging, saya juga mendapatkan 1 pod cartridge dengan 1 koil 0.4 ohm yang sudah terpasang, 1 koil 0.4 ohm cadangan dan 1 pod cartridge dengan koil 0.8 ohm permanen.

Menurut reviewer dan petunjuk para sesepuh dunia vape, cartridge dan koil 0.4 ohm dapat digunakan dengan liquid biasa. Sementara cartridge dengan koil 0.8 ohm ini untuk digunakan bersama dengan liquid saltnic. Karena paket penjualan ini datang bersama liquid biasa, maka saya menggunakan cartridge dengan koil 0.4 ohm.

Unboxing Isi Paket Joyetech Exceed Grip Pod System

(BUKAN) Review Singkat Exceed Grip Pod System

Enak. Untuk sebuah pod system pertama, sepertinya menggunakan Exceed Grip ini cukup menyenangkan. Dari proses pengisian liquid, charging dan penggunaan cukup mudah untuk yang baru mengenal vape atau pod system.

Liquid yang saya gunakan adalah Mangopy Frozen Mango. Rasa mangga yang dihasilkan hanya tipis-tipis saja. Namun manis dan rasa dingin (Mint?) cukup terasa. Sedangkan cloud yang dihasilkan, cukup tebal untuk sebuah pod system. Ini dibandingkan dengan pod system kecil-kecil oleh teman saya yang sudah lama menggunakan pod.

Nilai plus lainnya adalah ukuran cartridge dan baterai yang cukup besar. Dengan mengisi penuh cartridge dan baterai, saya baru mengisi ulang baterai setelah 4 hingga 5 hari pemakaian normal. Sementara cartridge baru diisi kembali setelah 7 hingga 8 hari. Koil yang terpasang juga cukup awet. Sudah hampir dua minggu saya gunakan, koil Exceed Grip saya tidak hangus. Padahal beberapa reviewer mengatakan koil ini cepat sekali hangus.

Review Joyetech Exceed Grip Pod System

Sedikit kekurangan yang saya rasakan adalah dari performa yang sepertinya sedikit kurang stabil. Saat baterai baru selesai di charge, terasa sekali cloud yang dihasilkan lebih tebal dan rasa mint yang cukup kuat. Namun lama-kelamaan, terasa sedikit menurun. Sedikit loh ya, tidak terlalu signifikan kok.

Untuk yang cartridge 0.8 ohm sempat juga dicoba dengan menggunakan saltnic 25mg. Sangat tidak cocok untuk saya. Rasanya seperti tersedak. TAPI, untuk yang perokok atau memang sudah lama menggunakan pod, saltnic dengan Exceed Grip ini lebih terasa flavor dan nic nya. Buat saya…tetep enggak doyan.

Anyway, saya hanya menuliskan berdasarkan pengalaman pribadi penggunaan si Joyetech Exceed Grip AIO Pod System. Siapa tahu kamu sedang mencari rekomendasi AIO pod system yang bisa digunakan bersama liquid biasa ataupun saltnic, menghasilkan cloud yang tebal, punya cartridge besar dan kapasitas baterai tahan lama.

Tapi kalau kamu bukan perokok, bukan pula vapers, please don’t. Keep your healthy lifestyle!

p.s. maaf kalau ada istilah-istilah yang kurang tepat.
Silahkan koreksinya di kolom komentar ya!

25 COMMENTS

  1. Setau saya si klw lampunya kedap kedi udah mau minta ganti koil.punya saya terjadi kdap kdip pas ganti kolil baru normal lgi cma aneh nya koilnya cpt gx trasa paling 3 x hari ganti

  2. Bang… Siapa pun pengguna exceedgrip , mau nanya. Kalian pernah ngalamin lampu indikator kerlap kerlip ? Jadi pas di klik mau hisap tiba tiba lampu indikator nya kerlap kerlip lalu mati sendiri , cuma bukan mati total ya.. Dalam artian mati nya tuh tanpa melepas tombol hiisap nya

    • maksudnya basah itu rembes?

      saya kurang tahu sih. tapi saya juga mengalami ketika lepas cartridge suka ada sedikit sisa di bagian bawah. sepertinya sisa gula yang tak terbakar habis mas.

  3. Tanya bang..punyaku baru beli nih..langsung coba coil yang 0,4 pake liquid freebase..
    Setelah 1jam kok berasa gosong.ditenggorokan panas dan gatal..
    Di terminal batre juga panas ketika inhale panjang..
    Coba ganti cartridge dan liquid saltnic aman2 aja.

    • Saya pakai liquid yang encer. Jadi komposisinya 50:50

      terus nggak chain vape atau inhale yang terlalu panjang. Jadi kapas di dalam koil enggak sampai kekeringan dan terbakar (gosong)

  4. Berapa lama ya usia pod si exceed grip ini?
    Koq makin kesini (2 bulanan) baru narik udah kedip2 lampu indikatornya. Cloudnya juga ga tebal lagi. Baru full cas. Liquid masih setengah. Apa sudah waktunya ganti pod?
    Saya udah 3x ganti coil dan 1 kali cartridge (bawaan) semenjak pakai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here