Mencicipi Batagor Riri Dan Mie Kocok Bandung Mang Dadeng

Meski menginap di lokasi yang jauh dari pusat kota Bandung (baca : Pengalaman Menginap di Hotel Shakti Bandung), tapi rasanya enggak puas kalau ke Bandung dan enggak mencicipi jajanannya. Mau pesan via delivery juga kurang sreg. Jadilah sendirian, naik ojek online yang mahal karena jauh, mencari jajanan khas Bandung.

Karena waktu yang saya miliki cuma semalam, pilihan yang bisa saya ambil juga enggak bisa terlalu banyak. Rencana awal sih cari makanan khas Bandung, lalu cari coffee shop kekinian buat nongkrong. Sayangnya, saya lupa bawa jaket dan udara bandung malam itu dingin buangets. Jadilah saya memutuskan untuk makan lalu balik ke hotel.

Mie Kocok Bandung Mang Dadeng

Pilihan pertama saya jatuh ke Mie Kocok Bandung. Kuliner yang satu ini bolak balik seliweran di grup chat, tapi saya belum pernah cobain. Atas rekomendasi teman, saya disarankan ke Mie Kocok Mang Dadeng yang katanya sih sudah terkenal di kalangan wisatawan.

Mie Kocok Mang Dadeng ini terletak di Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan No.67, Turangga, Bandung. Patokannya ada di depan Hotel Horison Bandung dan dekat dengan Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung. Tapi karena saya naik ojek online, semua saya serahkan sama bang ojek. Saya buta arah di Bandung.

Kalau kamu mencari lokasinya sendiri, jangan bayangkan tempat sebesar ruko atau malah restoran yang besar. Warung Mang Dadeng ini seperti warung bakso atau mie ayam biasa. Lokasinya nyempil di antara warung jajanan lainnya. Bang Ojek yang saya tumpangi saja sempat berhenti bingung dan bergumam, “perasaan di sini deh warungnya“. Enggak nyasar, cuma kurang maju 20 meter saja sih.

Meski tidak terlalu besar, tapi begitu masuk warung Mie Kocok Mang Dadeng ini langsung terlihat pengunjung yang ramai dan pelayan yang sibuk meladeni para pembeli. Yaps, warung ini sepertinya tidak pernah kosong dari pengunjung.

Menurut berbagai referensi dan masukan teman yang asli Bandung, saya harus mencoba menu Mie Kocok Spesial Sumsum Sapi. Supaya kerasa kelezatannya. Sayangnya karena saya datang malam hari, menu ini sudah tidak tersedia. Jadilah saya memesan mie kocok biasa saja. Toh sudah kepalang sampai.

Enggak pakai lama, semangkuk mie kocok hadir di meja saya yang malam itu duduk sendirian. Kasihan.

Mie Kocok Bandung Mang Dadeng

Dalam satu porsi Mie Kocok Bandung pertama saya, saya mendapati ada mie (jelas ini mah!), toge yang lumayan banyak, irisan daun bawang dan potongan kikil yang semuanya disajikan dengan kuah kaldu. Terlihat menggiurkan dan juga segar untuk santapan Bandung malam itu.

Seruput kuah mie kocok bandung pertama saya bikin lidah dan perut kompak nagih. Selain rasanya yang hangat dan segar, rasa kaldunya juga pas. Tidak terlalu ringan atau juga terlalu berat sampai eneg. Karena soal selera, saya langsung menambahkan perasan jeruk nipis dan sedikit sambal.

Lanjut ke isian, yang spesial buat saya justru sayur toge dan kikilnya. Togenya banyak dan masih segar saat digigit. Tidak terlalu masak sampai lembek. Sementara kikilnya diiris tebal dan terasa kenyal namun tidak alot. Pas banget deh. Enggak perlu waktu lama, seporsi Mie Kocok Bandung Mang Dadeng ludes saya makan. Mungkin pengaruh enggak sempet makan siang juga sih….

Harga satu porsi Mie Kocok Mang Dadeng yang biasa ini kalau tidak salah ingat sekitar 28 ribuan. Cukup sebanding dengan rasa dan kenikmatan yang disajikan. Dan rasanya saya masih penasaran dengan Mie Kocok Bandung Spesial Sumsum Mang Dadeng yang terkenal itu!

Batagor Riri Bandung

Selesai makan Mie Kocok, saya lanjut cari tempat nyamil dan sedikit santai. Awalnya saya mau ke alun-alun Kota Bandung, duduk santai dan cari jajanan atau menikmati kopi seduh manual yang ada di sekitaran Braga. Tapi balik ke masalah awal, saya lupa bawa jaket.

Akhirnya saya mencari tempat makan yang ada di sekitaran lokasi saya dan menemukan lokasi Batagor Riri Bandung yang lumayan dekat. Itungannya dekat adalah saya cukup bayar ojek online 6 ribu rupiah saja. Dekat kan?

Batagor Riri Bandung yang saya datangi adalah outlet di Jalan Burangrang No.41, Malabar, Bandung. Kalau tidak salah ingat, lokasinya agak di persimpangan jalan. Di jalan yang sama, ternyata banyak tempat jajan dan nongkrong kekinian juga. Bisa jadi referensi nih.

Meski namanya Batagor Riri, tapi outlet ini juga menyediakan menu-menu lainnya. Yang saya ingat sih ada mie pedas di bagian depan. Hanya saja saya sedang ingin mencicipi batagornya yang terkenal itu.

Untuk memesan, kita harus langsung menuju kasir. Dari berbagai menu dan paket, saya memilih menu satu porsi isi dua (somay dan batagor) dan es jeruk nipis. Kalau tidak salah, untuk satu porsi isi dua ini harganya sekitar 24 ribuan. Kalau es jeruk nipis, saya lupa berapa harganya.

Satu porsi Batagor Riri Bandung

Harga Satu Porsi batagor Riri Bandung

Penyajian batagor di Batagor Riri ternyata berbeda dengan yang biasa saya temui di tukang batagor di Lampung. Di sini, batagor pesanan yang sudah diiris kecil disajikan dengan bumbu kacang dalam mangkuk terpisah. Bumbu kacangnya sendiri belum dikasih kecap, saus dan sejenisnya. Sepertinya itu diserahkan sama konsumen untuk disesuaikan dengan selera masing-masing.

Rasa somay dan batagornya enak. Ikannya terasa dan teksturnya juga padat. Tapi kalau selera, saya lebih suka somay atau batagor yang punya tekstur lebih lembut, juicy dan sedikit kenyal.

Bumbu kacangnya memiliki tekstur yang menurut saya cukup halus dengan rasa yang gurih. Dan lagi-lagi soal selera. Kalau saya pribadi, bumbu kacang tersebut saya tambahkan kecap dan saus sambal.

Oh iya, kabarnya jam buka Batagor Riri Bandung ini cuma sampai pukul 8 malam saja. Jadi buat yang mau mencicipi, jangan terlalu malam yah!

Semalam mengisi perut dengan Mie Kocok Bandung Mang Dadeng yang dilanjutkan dengan seporsi Batagor Riri Bandung rupanya cukup untuk membuat mata terasa berat. Saya akhirnya memutuskan untuk langsung memesan ojek online dan kembali ke hotel. Mungkin mencicipi kuliner khas Bandung lainnya akan saya lanjutkan kalau ada kesempatan untuk ke Bandung lagi.

Related Articles

3 thoughts on “Mencicipi Batagor Riri Dan Mie Kocok Bandung Mang Dadeng”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *