Film Pitch Perfect (2012), Pertunjukan Acapella Yang Berbeda

Ada yang tau, pernah denger atau bahkan suka dengan acapella? Saya sendiri jujur kurang suka dengan hal ini. Karena saya sering melihat grup acapella yang tampil membawakan lagu yang kurang menarik buat bisa saya nikmati. Tapi ternyata, entah cuma film atau beneran ada, acapella bisa dibawakan untuk meng-cover lagu-lagu penuh beat dengan sangat energik. Dan semua itu disajikan dalam sebuah film yang berjudul Pitch Perfect!

Cerita film Pitch Perfect dimulai dengan kedatangan seorang gadis bernama Beca (Anna Kendrick) untuk berkuliah di Barden University. Beca adalah seorang gadis tomboy yang menyukai dunia musik. Ia hobi berkreatifitas dengan membuat dan melakukan mashup musik yang ia suka. Jadi wajar rasanya selalu membawa set macbook, turn table dan headphone kemanapun ia pergi. Wajar, banget. Keinginannya adalah bekerja dan menjadi seorang female DJs. Tapi keinginan itu tentu ada halangannya, yaitu si Ayah yang bekerja di Barden University. Beca hanya diizinkan untuk bekerja, jika sudah menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu. Good dad actually.

cerita film pitch perfect

Barden University sendiri memiliki banyak klub aktivitas, salah satunya adalah acapella. Di Barden, diceritakan ada beberapa grup acapella. Tapi hanya dua diantara grup tersebut yang bersaing dengan sangat ketat. Treblemaker yang merupakan grup acapella cowok terbaik, dan Barden Bellas yang diisi oleh ‘cewek elit‘ Barden University. Sayangnya, insiden yang terjadi saat final Acapella tahun sebelumnya membuat Barden Bellas menjadi sebuah aib. Sehingga mereka gagal untuk mengumpulkan ‘cewek elit’ yang akan kembali meneruskan nama grup acapella mereka.

Setelah seleksi grup yang dilakukan secara terbuka, Treblemaker dan Barden Bellas akhirnya mendapat personil baru. Trebelmaker tentu mendapatkan cowok-cowok dengan vokal terbaik. Sementara Barden Bellas, mendapatkan cewek yang bisa menyanyi dan mengesampingkan faktor ‘bikini body ready’. Dan Beca ternyata berhasil menjadi salah satu dari personil Barden Bellas ini. Disinilah semua bermula. Beca yang cenderung alternatif dan anti-mainstream ternyata memang kurang cocok dengan aliran musik dan metode latihan Barden Bellas yang dipimpin oleh Aubrey (Anna Camp). Aubrey sendiri sangat terobsesi ingin menang dengan metode yang mereka gunakan tahun lalu.

Sifat Beca yang cenderung cuek dan senang menyendiri kerap bentrok dengan metode keras kepala Aubrey. Tak hanya Beca, personil-personil lain yang memang belum berpengalaman dengan acapella juga menjadi ‘santapan’ kerasnya metode latihan yang ada. Bahkan sahabat Aubrey, Chloe (Brittany Snow), tak punya kuasa untuk menyampaikan aspirasi pasukan mereka. Chloe dan anak-anak Bellas lainnya beranggapan bahwa grup harus berubah jika ingin menang. Namun Aubrey bersikukuh grup harus selalu menampilkan yang sama.

Film komedi romantis tentu harus ada cerita romantisnya pula, dan saya hampir lupa menceritakannya. Sama-sama anak baru, di kampus ini Beca bertemu dengan Jesse (Skylar Astin). Dan sebagai cowok yang juga bisa nyanyi, maka sudah diprediksi bahwa kemudian menjadi bagian dari Treblemaker. Menariknya, Barden Bellas punya peraturan yang melarang personilnya punya hubungan dengan personil Treblemaker, namun anak-anak Treblemaker punya misi untuk menggaet personil The Bellas.

Film Pitch Perfect buat saya mungkin salah satu ‘ketidaksengajaan’ karena enggak tahu lagi mau download film apa. Tapi setelah ditonton, ternyata film ini sangat menghibur. Ceritanya cukup ringan, romantisnya dapet, komedinya juga cukup membuat saya tertawa sendirian di kamar. Yang paling mengesankan, tentu saja performance acapella mereka di atas panggung. Untuk yang suka dengan dunia musik dan audio, mungkin beberapa kali bakal mengalami gagal fokus seperti saya. Gadget-gadget seperti macbook, headphone ATH dan BeyerDynamic, turntable dan beberapa instrumen lain bolak balik muncul disini. Bikin kepengen lah pokoknya!

Overall, film Pitch Perfect sangat menarik dan saya rekomendasikan untuk mengisi acara movie marathon kamu di akhir pekan. Adegan dewasanya mungkin nyaris enggak ada. Cuma di ending aja ada adegan ciuman, ya standar film komedi romantis. Untuk skor, karena saya masih sering mengulang film ini untuk menyaksikan performance acapella mereka, jadi rasanya 7.4/10 saja.

Anyway, saya baru tahu kalau sebutannya yang benar adalah ‘A Capella’. Acapella itu adaptasi orang Indonesia yah?!

Tulisan Lainnya

Focus (2015) Nama Will Smith memang sudah lama dikenal lewat sukses film Bad Boys dan juga Man in Black. Bahkan beberapa waktu lalu saat film Man In Black 3 dirili...
Me and Earl and the Dying Girl (2015) Enggak begitu banyak film yang mengangkat cerita tentang pengidap kanker dengan alur cerita menarik. Namun dari jumlah yang terbatas itu, beberapa dia...
Mad Max: Fury Road (2015) Untuk penggila film yang sudah melahap banyak judul film, kabarnya franchise film Mad Max bukanlah suatu hal yang baru. Dulu sekali, film ini terbilan...
Inside Out (2015) Untuk penggemar film-film animasi, tentu tak asing lagi dengan nama besar Pixar. Rumah produksi yang juga mengusung nama besar Disney ini memang punya...

No Responses

Leave a Reply

badge