Film The Imitation Game (2014), Kriptografi Di Belakang Perang Dunia

Cerita Film – Biasanya, film-film yang masuk jajaran daftar nominasi Oscar, apalagi yang sampai dapat piala kategori top kurang menarik minat saya. Mungkin karena film-film pemenang dari piala tersebut cenderung mempunyai alur cerita yang terlalu rumit, plot dan twist yang disajikan mengajak saya untuk berfikir. Dan jujur saja, saya rada males nonton film yang berat-berat.

Namun hal menarik justru muncul di jajaran Oscar tahun ini. Salah satu film yang masuk 8 kategori dalam nominasi peraih Oscar adalah film The Imitation Game. Film arahan Morten Tyldum ini memang sudah cukup menarik sejak pertama kali saya mendengar judulnya. Apalagi teman yang merekomendasikan film ini bilang kalau film ini berdasar kisah nyata dan ada kaitannya dengan matematika, sains dan teknologi. Wah, kayaknya kombinasi yang menjanjikan banget!

cerita film the imitation game

Satu hal yang lupa dia kasihtau, film ini settingnya tempoe doeloe dimana gambarnya ya khas cinematic jadul. Agak berkurang mood saat menonton awalnya, tapi akting menawan dari para pemainnya dan alur yang maju mundur membuat saya jadi makin tertarik untuk menonton sampai dengan cerita berakhir. Film yang diperkirakan menghabiskan dana 14 juta dollar ini dibintangi Benedict Cumberbatch dan aktris cantik Keira Knightley.

Jujur saja, akting Benedict Cumberbatch disini benar-benar membuat saya takjub dengan kemampuan perannya. Saya bisa merasakan emosi yang dihadirkan hingga membayangkan bagaimana rasanya jika berhadapan dengan orang seperti yang ia perankan tersebut. Meski begitu, pada beberapa bagian, akting Benedict juga sangat emosional dengan menggambarkan apa yang ia rasakan. Untuk aktris pendukungnya, Keira Knightley, meski mendapat nominasi Best Supporting Actress tapi menurut saya ya di semua film dia memang aktingnya begitu sih. Tapi tetep suka, salah satu aktris kesukaan dengan wajahnya yang lucu ditambah logat Inggris yang khas.

Sinopsis Cerita Film The Imitation Game

Pada perang dunia II, pasukan Nazi memang cukup mendominasi perang. Namun dibalik baku tembak saling tukar peluru dan mortir, ada momok yang cukup mengerikan yang menjadi kunci dominasi Nazi. Yaitu penggunaan pesan dengan sandi (kriptografi) yang sangat sulit, bahkan mustahil untuk dipecahkan. Negara-negara sekutu menyebut alat kriptografi tersebut sebagai Enigma.

Usaha untuk memecahkan kunci Enigma yang dilakukan pasukan sekutu tersebut yang kemudian membuat Alan Turing (Benedict Cumberbatch) ingin terlibat di dalamnya. Alan Turing sendiri adalah seorang jenius di bidang matematika yang memiliki catatan mengagumkan untuk bidang akademis. Dengan semua kemampuan dan sifat uniknya, Turing berusaha mengalahkan kode Enigma untuk dapat membantu sekutu memenangkan perang dunia serta menyelamatkan jutaan nyawa.

Meski cerita utama dari film ini terfokus tentang bagaimana Turing dan timnya memecahkan sandi Enigma, bukan berarti plot cerita yang disajikan “gitu-gitu aja“. Sebagai film yang juga menjadi sebuah biografi Alan Turing, film ini menyajikan sisi lain kehidupan Alan Turing sebagai manusia biasa. Tentang bagaimana ia menjalani kehidupan sosialnya, hingga konflik kehidupan terkait moral di lingkungan Inggris saat itu.

Untuk alur cerita sendiri, memang saya harus cukup cermat untuk dapat mengikuti larinya cerita yang maju dan mundur. Film ini memang menghadirkan 3 masa kehidupan Alan Turing. Saat ia kecil, di masa perang serta masa sesudah perang. Namun semua unsur diatas berhasil disatukan hingga menghadirkan biografi singkat, yang memperkuat cerita utama yang ingin disajikan untuk penonton.

Sekedar info buat yang bingung siapa si Alan Turing ini : alat yang kamu pake buat baca postingan ini, entah itu komputer, laptop, pc, handphone dan segala sesuatu yang punya komputasi di dalamnya, semua berasal dari ide si Alan Turing ini. Yups, beliau yang menciptakan mesin untuk mengalahkan Enigma. Dari mesin tersebut, peneliti mulai mengembangkan mesin yang bernama ‘mesin turing’. Dan sekarang, kita menyebutnya komputer.

“Sometimes it is the people who no one imagines anything of who do the things that no one can imagine.” ~ Joan Clarke, The Imitation Game

Conclusion, film ini bener-bener super highly recommended untuk penikmat film yang diangkat dari kisah nyata, drama, action, atau sekedar penyuka film yang mainstream seperti saya. Rasanya saya akan memberi film ini nilai 8.6/10. Awesome!!

Related Articles

1 thought on “Film The Imitation Game (2014), Kriptografi Di Belakang Perang Dunia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *