Review Film Tomorrowland 2015

“Film Tomorrowland ini bagus gak sih?”. Mungkin itu pertanyaan pertama yang muncul di benak saya saat melihat poster film ini mejeng di bioskop. Saya lupa waktu itu saya mau nonton film apa, tapi yang jelas saya sama sekali kurang berminat untuk nonton film terbaru George Clooney ini. Bukan beranggapan kalau film Tomorrowland ini tidak menarik. Tapi saya yakin, waktu itu ada film yang sudah lama saya tunggu untuk ditonton.

Film Tomorrowland merupakan besutan dari sutradara yang cukup ternama, Brad Bird. Brad juga dikenal lewat hasil kerja yang terbilang mengagumkan dan cukup sukses. Di kursi sutradara, Brad pernah menghasilkan film besar seperti The Incredibles, Ratatouille dan yang paling besar (menurut saya) adalah Mission Impossible: Ghost Protocol. Jadi rasanya tidak salah jika Disney kemudian menunjuk Brad untuk menjadi sutradara di film penuh fantasi yang dibintangi oleh George Clooney, Britt Robertson dan Raffey Cassidy ini.

Review Film Tomorrowland 2015 Bagus Enggak

Sinopsis Film Tomorrowland 2015

Frank Walker kecil (Thomas Robinson) adalah seorang anak dengan mimpi yang besar. Dengan impiannya tersebut, Frank membuat sebuah jetpack agar ia bisa terbang di angkasa. Mimpi dan kemampuan Frank tersebut membuat Athena (Raffey Cassidy) memberinya sebuah pin, dan menunjukkannya sebuah dunia yang sangat maju dan jauh dari apa yang bisa ia bayangkan. Nama dunia tersebut adalah Tomorrowland.

Waktu puluhan tahun terus berlalu hingga pada masa dimana Casey Newton (Britt Robertson) secara juga memperoleh pin Tomorrowland, yang ia tidak tahu dimana ia dapatkan. Dari sini kemudian masalah terus bermunculan. Athena akhirnya membawa Casey untuk menemui Frank Walker yang sudah dewasa (George Clooney). Dan akhirnya, mereka berusaha untuk kembali ke Tomorrowland dan menyelesaikan masalah besar yang tengah berlangsung dan mengancam orang-orang di bumi.

Dari sinopsis singkat tersebut, kita bisa tahu bahwa film Tomorrowland adalah film yang penuh imajinasi dan daya khayal tingkat tinggi. Yah, memang sih hampir semua film juga kebanyakan ‘khayalan’. Namun Disney seperti punya kemampuan khusus untuk bergerak di tema yang satu ini. Tampilan futuristik serta segala teknologi yang terus dibayangkan akan ada di masa depan, terus digambarkan dan muncul di film yang menelan biaya produksi yang hampir mencapai 200 juta dollar ini. Biaya yang sangat besar, namun entah kenapa buat saya seperti pemborosan saja.

Bagaimana tidak, dengan biaya yang sedemikian besar serta durasi film yang cukup panjang, 130 menit, film ini seperti kehilangan gereget di tengah-tengah. Film Tomorrowland terus menampilkan perdebatan-perdebatan dan dialog yang sepertinya tidak terlalu penting dan mungkin dapat dipersingkat agar menampilkan loncatan-loncatan cerita yang menarik. Meski demikian, action yang muncul di film juga tidak dapat dianggap jelek. Terbukti beberapa bagian adu fisik dan senjata cukup menarik khas film sci-fi. Malah mungkin dari adegan tembak-tembakan itu, sedikit mengingatkan dengan film-film sejenis Star-Trek.

Overall, film Tomorrowland mungkin bisa disebut sebagai film tentang masa depan yang diolah untuk memanjakan penonton secara visual. Cerita yang disajikan juga sebenarnya cukup menarik. Mengajarkan kita untuk lebih optimis pada segala hal, dan berfikir bahwa selalu ada jalan keluar yang mungkin untuk dicoba. Tapi sepertinya adegan serta visual yang muncul membuat penonton lebih tertarik untuk melihat dibandingkan untuk berfikir. Komedi-komedi ringan yang diselipkan juga kadang terlalu cepat untuk bisa ditangkap dan membuat kita sekedar tersenyum. Nilai 7/10 rasanya pas untuk menjadikan film ini sebagai sajian di ruang keluarga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here