Sejak pertama kali viral, saya tidak pernah tertarik dengan olahraga padel ini. Selain kala itu masih getol-getolnya belajar tenis, saya merasa memang tidak melihat apa yang menarik dari padel ini. Bahkan ketika saya menginap di salah satu hotel dekat lapangan padel di BSD beberapa waktu lalu, saya melihat langsung orang bermain padel.
“saya emang belum bisa main tenis, tapi saya gak akan nyobain padel deh“, gumam saya setelah melihat padel secara langsung.
Sampai kemudian beberapa waktu lalu, arena dan demam padel mulai masuk ke Kota Bengkulu. Masyarakat, termasuk teman-teman kantor ikut mencicipi bagaimana bermain padel. Saya, tetap tidak tertarik juga untuk mencoba.
Namun semua berubah ketika Bulan Ramadhan tiba. Entah dapat ide dari mana, ketika membahas mau buka bareng di luar, salah satu rekan nyeletuk “buka di lapangan padel aja!”
Dan yak, akhirnya untuk pertama kalinya saya dengan kesadaran sendiri mencoba untuk bermain padel.

Gimana Rasanya Main Padel?
Kesan yang saya dapatkan di match padel pertama saya adalah, ternyata tidak sulit-sulit amat. Untuk yang bermain secara casual dan for fun, bisa saya bilang padel ini lebih mudah dari pada bermain tenis. Mulai dari teknik pukulan, beratnya raket, ukuran lapangan dan lain-lainnya.
Sebelum ada yang protes, pukulan padel memang banyak tekniknya dan bukan hal yang mudah dikuasai. Tapi sekali lagi, untuk saya yang for fun aja, saya masih bisa melakukan ‘perlawanan’ dibandingkan dengan permainan tenis. Dalam kondisi sama-sama pertama kali mencoba, padel masih lebih mungkin untuk dimainkan.
Dalam satu game, skor yang dikejar adalah angka 10. Dengan lapangan yang kecil, jumlah pemain 2 vs 2 dan peraturan pantulan bola, untuk yang jago sih angka 10 itu lumayan lama untuk dikejar. Namun dengan pemain-pemain haha-hihi ini, ternyata angka 10 itu cepat banget. Sepertinya tidak terasa, tiba-tiba sudah harus bergantian saja.
Soal capek sih, ya tergantung gimana semangat dan keaktifan kita bermain saja. Bisa jadi kamu merasa capek dan berkeringat, tapi bisa juga biasa-biasa aja.

Jadi, apakah saya akan mau bermain padel lagi?
Mungkin. Ikut meramaikan dan haha-hihi saja.
Tapi kalau untuk inisiatif dan serius di padel?
Maaf enggak dulu. Mahal, dan lebih menantang tenis buat saya.
Note sedikit tips kalau kamu mau mencoba padel dan ‘dipaksa’ penyedia lapangan pakai dokumentasi yang disediakan, sebisa mungkin pastikan fotografer yang bertugas punya kemampuan yang cukup. Tidak perlu sangat baik, asal cukup dan ngerti aja cara pakai kamera.
Sayang kan, dah mahal-mahal tapi dapatnya yang kurang memuaskan….









