Memakai Fiio Snowsky Disc dan Simgot EW300 HBB

Perjalanan darat 13-15 jam setiap 2 minggu membuat saya kembali membutuhkan pemutar musik digital serta headphone yang nyaman. Meski telah menggunakan handphone dan aplikasi Poweramp premium, saya masih merasa kurang puas. Kuping kaleng nan rewel ini merasa sound yang dihasilkan tak memuaskan, ditambah baterai hape tentu jadi semakin boros.

Awalnya, saya punya pemutar musik digital jadul yang saya lupa brand apa, serta iem (in ear monitor) ATH IM-02 yang kala itu bisa dibilang masuk mid-tier. Namun pemutar musik saya tiba-tiba rusak, dan iem saya hilang entah kemana. Akhirnya, kembali ke handphone dan iem bawaan ponsel dengan konektor USB Type-C.

Memilah Music Player Kekinian

Untuk menghemat baterai handphone, saya memutuskan untuk membeli music player terpisah. Tentu saja, iPod sebenarnya jadi pilihan pertama. Incaran saya adalah iPod jadul maksimal Gen-5 yang masih terkenal dengan chipset wolfson. Sayangnya, selama pencarian saya tidak menemukan unit yang cocok dari segi kondisi barang dan harga yang ditawarkan.

Saat mencari itu saya menemukan produk keluarga Snowsky dari Fiio, brand yang cukup lama saya kenal di dunia permusikan ini. Dahulu saya cuma tahu soal Fiio DAP, DAC dan AMP nya, ternyata mereka juga mengeluarkan produk music player dengan harga terjangkau.

Ada beberapa jenis produk dari keluarga Fiio Snowsky ini, tapi pilihan saya akhirnya jatuh kepada Fiio Snowsky Disc. Alasan saya sederhana saja, dia sudah touchscreen yang memudahkan untuk mengutak-atik menu, mencari lagu, ada layar besar. Kalau dari kualitas suara, saya tidak bisa membandingkan detail. Tapi dari beberapa review, cukup banyak yang mengatakan kalau kualitasinya di atas Snowsky Mini yang sempat hampir saya cekout.

Setelah mempertimbangkan beberapa hal, termasuk selisih harga, dan tentu saja kebetulan ada diskon voucher toko online, akhirnya saya memutuskan membeli Fiio Snowsky Disc dengan harga 1,1 juta.

Mencari IEM Baru

Setelah mendapatkan music player atau DAP (Digital Audio Players), maka selanjutnya saya membutuhkan IEM baru. Err, sebenarnya bukan butuh sih. Lebih ke kepingin aja.

Memilih IEM ini hal yang sangat sulit buat saya. Alasannya sederhana saja, karena kita tidak bisa begitu saja percaya review. Menurut saya, penilaian audio itu sangat subjektif. Terlalu bright atau cring buat saya, belum tentu bright buat kuping orang lain. Jadi cara terbaiknya: cobain langsung!

Buat yang tinggal di kota besar macam Jakarta, hal itu bisa dilakukan. Banyak kok toko audio yang menyediakan testing unit untuk produk yang kita incar. Tapi untuk yang tinggal jauh dari ibukota, mengandalkan intuisi saja.

Setelah browsing-browsing dan menentukan beberapa opsi, akhirnya pilihan saya jatuh pada Simgot EW300 HBB. Alasan saya memilih itu sederhana saja, masuk ke range budget dan katanya sih menggunakan 3 driver yang berbeda.

Dengan menggunakan voucher diskon, gratis ongkir dan lain-lain, maka saya dapat IEM Simgot EW300 HBB dengan harga 1.1 jutaan juga.

Kesan Singkat Memakai IEM Simgot EW300 dan Fiio Snowsky Disc

IEM dan DAP yang sudah saya akuisisi selama beberapa bulan ini terbilang cukup sering saya gunakan. Entah di mobil travel saat di perjalanan, atau saat saya jalan berolahraga tipis-tipis. Bahkan kalau lagi beresin rumah atau memasak, duo ini nempel terus di telinga.

Dari pengalaman memakai IEM dan DAP itu, saya memiliki impresi kalau duet ini sudah cukup memuaskan di selera telinga. Secara kualitas suara yang dihasilkan, saya bisa merasakan bass yang cukup dengan detail yang cukup jelas. Hampir semua genre cukup bisa saya nikmati tanpa ada keluhan yang berarti.

Oh ya, untuk modifikasi yang saya gunakan cuma mengganti eartips bawaan dengan brand lain bertipe wide bore. Lebih cocok jadinya karakter suara yang dihasilkan dengan kebutuhan selera saya.

Sedikit masalah mungkin terasa di awal-awal pemakaian, atau juga ketika kuping dan mood telinga lagi rewel-rewelnya. Meski semua instrumen terasa detail dengan separasi yang cukup jelas, entah kenapa kadang detail dan separasi tersebut justru membuat masing-masing instrumen seperti punya jiwa yang berjalan sendiri-sendiri. Saya bingung dengan istilah yang tepat, tapi mungkin bisa dibilang chemistry gak dapat. Atau istilahnya clashing dynamics?

Ya, overall good dan memuaskan untuk kuping awam saya. Mungkin soal adaptasi awal saja.

Untuk DAP Fiio Snowsky Disc sendiri, sepertinya dengan harga 1 jutaan tipis sih sudah sangat memuaskan ya. Layar LCD yang ada sangat memudahkan bagi saya untuk memilah lagu dan mengatur settingan yang dibutuhkan. Selain itu, tampilannya bisa di-custom sesuai selera. Apalagi tampilan vinyl muter-muter ketika memutar lagu, cakep sih.

Kemudian tombol-tombol kecil untuk control juga sangat mudah digunakan, cukup tactile tapi tidak berisik. Jadi ketika digunakan di dalam mobil travel, tidak mengganggu penumpang sebelah.

Dengan duet IEM dan DAP yang ada, sepertinya perjalanan jajan alat untuk menikmati audio saya sementara cukup sampai di sini. Walau sempat terfikir untuk mengganti kabel bawaan dengan kabel 4.4, sepertinya tidak terlalu penting. Menikmati yang ada dulu saja.

Atau, beli kabel baru lagi saja ya biar ada variasi kualitas suara yang berbeda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here