Menuju Semeru, Oknum Nakal Di Pasar Tumpang

Untuk para pendaki atau wisatawan yang ingin menuju tempat wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melalui malang, pasti sudah mengenal lokasi Pasar Tumpang. Khususnya para pendaki yang akan mendaki Gunung Semeru. Pendaki yang berangkat melalui Kota Malang akan terlebih dahulu naik angkutan menuju Pasar Tumpang. Baru dari sini, pendaki akan menaiki Jeep yang akan membawa mereka ke pos pendakian di Desa Ranupani (atau ada yang bilang Desa Ranupane).

angkutan ke desa ranupani Semeru

Namun beberapa waktu lalu ada peraturan yang mengubah rute yang sudah biasa dilalui banyak pendaki tersebut. Setelah sampai di Pasar Tumpang, maka pendaki harus menaiki angkutan lagi menuju rest area di Desa Klakah (kalau ndak salah namanya Klakah, kalau salah tolong perbaiki). Barulah dari rest area ini pendaki dapat menyambung perjalanan menggunakan Jeep yang sudah menunggu disini.

Kebetulan beberapa hari lalu saya baru saja menuju Semeru dengan cara tersebut, menuju Pasar Tumpang bersama teman yang sudah beberapa kali ke Semeru. Namun sampai Tumpang, kami mungkin sudah terlalu sore. Waktu itu pasar sudah cukup sepi, dan kami baru tahu kalau Jeep baru bisa disewa setelah sampai di rest area. Sedangkan angkutan ke rest area juga sudah tidak ada, sehingga kami memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu baru mencari cara untuk sampai ke Desa Ranupani. Disini kami menitipkan barang di toko outdoor yang terletak tepat di samping Pasar Tumpang.

Setelah makan, kami mencoba bertanya ke orang – orang di sekitar Pasar Tumpang untuk mencari angkutan ke Ranupani. Kami pikir, mungkin naik ojek tidak ada salahnya. Toh kami bertiga, ongkos yang dikeluarkan mungkin akan sama dengan menyewa Jeep. Hingga akhirnya ada oknum supir angkutan yang memberikan penawaran menarik. Bapak itu memberikan penawaran harga 500 ribu rupiah, lalu dia akan membawa kami ke Klakah dan menitipkan kami ke saudaranya yang memiliki Jeep yang akan mengantar kami ke Ranupani. Saat itu kami merasa ini adalah tawaran terbaik.

Tapi ternyata kami salah besar. Ketika kami mengambil barang di mas – mas toko outdoor tadi, kami berbincang – bincang dengan beliau dan seorang temannya yang juga supir Jeep di Ranupani. Kata beliau kami harus hati – hati, biasanya oknum begitu akan menitipkan kita di sebuah resort atau penginapan. Alasannya sudah terlalu malam untuk ke Ranupani, sehingga mau tak mau kita harus menginap dulu di resort tersebut. Artinya, kita harus mengeluarkan biaya lebih untuk menginap di resort tersebut.

Untunglah teman si pemilik toko ini baik hati, dia langsung menawarkan kami untuk mengantarkan ke Ranupani. Dan dia sendiri yang akan berbicara dengan si oknum supir angkot tadi. Setelah negosiasi, dicapai keputusan bahwa mas pemilik Jeep akan menunggu kami di pom bensin di atas Tumpang, dan melanjutkan perjalanan ke Ranupani bersama beliau. Karena kami kurang paham, jadi iya – iya saja.

Ternyata benar saja, kami yang menaiki angkutan sampai di pom bensin terlebih dahulu. Disini, supir angkutan tersebut menyebutkan untuk ikut dia saja dan dititipkan ke saudaranya terlebih dahulu. Nanti kami bisa istirahat, mandi – mandi, sehingga besok bisa ke Ranupani dengan segar. Dan kata si oknum ini, “biaya minapnya murah kok mas, paling 100 ribuan”. Selain itu, dia juga sempat menjelek – jelekkan mas pemilik Jeep itu. Intinya, dia tidak ingin kami ikut mas Pemilik Jeep. Ehmm…oke, sepertinya mas pemilik toko dan supir jeep tadi benar. Kami merasa nyaris tertipu disini.

Akhirnya kami memutuskan untuk ikut mas pemilik Jeep yang baik hati itu saja. Kalau soal menginap, ya kami kan memang pergi dengan cara hemat, jadi bisa nge-camp di tanah lapang depan pos pendakian Ranupani. Mas pemilik Jeep juga menyarankan seperti itu, katanya banyak kok yang buka tenda di Ranupani. Benar saja, ketika kami sampai, ada sekitar 6-7 tenda di depan pos pendakian.

Ah, untunglah kami bertemu dengan orang – orang baik di perjalanan. Jadi kami tidak sampai tertipu total. Meski harus membayar cukup mahal kepada si oknum hanya untuk mengantar ke pom bensin, tapi kami jadi tidak harus ‘tersangkut’ di penginapan yang tidak kami inginkan. Jadi untuk teman – teman yang mau ke Semeru, hati – hati ya. Lebih cermat lagi, kalau bisa, cari CP pemilik Jeep jauh – jauh hari sebelum keberangkatan.

Semoga bermanfaat!

Tulisan Lainnya

Sering Dengar Musik Bikin Tuli / Budek? Ah, Masa S... Meski bukan seorang yang sangat mencintai musik, tapi buat saya mendengarkan musik itu seperti sebuah rutinitas yang menyenangkan. Bahkan dalam bebera...
Begadang dan Mandi Pagi Menjelang akhir semester gini, yang namanya tugas dan project akhir itu semakin mepet dengan deadline. Banyaknya tugas itu, kadang malah sampai lupa k...
Belajar Buat Kopi Menggunakan Classic Coffee Dripp... Beberapa waktu lalu, saya pernah membuat review tentang classic coffee dripper merk Edelmann (baca: Review Edelmann Coffee Dripper). Nah, dari proses ...
Xiaomi Yi Action Camera, Apakah Layak Untuk Ditung... Belakangan, saya sering kepikiran untuk membuat channel video di YouTube terkait dengan blog iKurniawan.com ini. Kepinginnya sih, channel itu nanti di...

6 Comments

  1. Isan
  2. Juka
  3. Retno H.
    • iKurniawan

Leave a Reply

badge