Tips BloggerTulisan

Dunia Blogger dan Plagiarisme

Pertama saya akan mengakui, saya bukan seorang penulis atau blogger handal. Kebanyakan tulisan yang saya buat hanya sekedar self-reminder, sekaligus berbagi barangkali ada orang lain yang sedang mencari sesuatu yang sama seperti yang saya cari. Dan saya senang jika apa yang saya tuliskan dalam blog saya bermanfaat untuk orang lain.

Tapi permasalahannya adalah apa yang saya tulis sebagai catatan ini mungkin, dan seringkali, bukanlah murni ide saya dan sudah banyak tulisan serupa yang menginspirasi saya di internet. Contohnya sederhana, postingan tentang jenis cat dalam model plastik adalah salah satu catatan yang saya buat karena saya memang sedang mencari tahu soal cat. Tulisan sejenis sudah banyak, yang saya lakukan adalah menulis kembali apa yang sudah saya ketahui dengan bahasa saya sendiri. Tapi kemudian, muncul pertanyaan lanjutan, apakah saya sudah melakukan tindakan plagiarisme?

apa itu pengertian plagiarisme

Apa Itu Plagiarisme?

Dari apa yang saya terima di kelas Tata Tulis Ilmiah hari ini, secara sederhana dijelaskan bahwa plagiarisme adalah tindakan yang dilakukan seseorang untuk mengakui karya atau pemikiran orang lain. Secara kasar, bisa dibilang hal ini adalah pencurian atas karya orang lain. Jadi orang yang melakukan plagiarism adalah pencuri. Yups, rada kasar, tapi itu adalah faktanya.

Contoh sederhana banyak beredar di internet. Misalkan ada orang yang membuat artikel membahas tips mengobati patah hati dengan buah pisang, lalu saya copy paste tulisan tersebut ke blog saya tanpa menyertakan sumber aslinya, maka saya sudah melakukan tindakan plagiarisme secara total. Kalau di dunia socmed atau blog, mungkin imbasnya adalah saya akan dibully. Bayangkan kalau di dunia nyata, dan parahnya adalah di dunia pendidikan?

Di kampus – kampus, umumnya terdapat peraturan tertulis yang melarang tindakan plagiarisme dalam bentuk apapun. Termasuk didalamnya copy paste dan mencontek tugas dan pekerjaan orang lain. Hukuman untuk tindakan plagiarisme juga biasanya berat, bisa di skorsing 1 semester, hingga dikeluarkan secara tidak hormat!

Lalu Bagaimana Menghindari Plagiarisme?
Dalam sebuah proses akademik, entah saat kita mengerjakan tugas, skripsi hingga paper, mengambil point dan pemikiran dari sumber orang lain itu sangat diizinkan. Malah akan tampak aneh jika anda membuat skripsi tanpa ada pemikiran orang lain disitu. Hanya saja, kita perlu memperhatikan tata cara dan etika dalam mengambil pemikiran tersebut.

Secara singkat, ada beberapa cara yang diizinkan untuk memasukkan ide orang lain ke dalam pekerjaan kampus kita. Antara lain adalah dengan quotation dan citation. Jenis dan cara membuat qutation dan citation (sitasi) tersebut anda dapat pelajari dari berbagai sumber. Agak panjang kalau mau dijabarkan disini.

Lalu Bagaimana Dengan Blogger?
Seperti yang saya bilang, saya bukan blogger yang berpengalaman. Apalagi soal hal yang terkait dengan peraturan yang kritis begini. Tapi saya punya sudut pandang saya sendiri dalam membuat tulisan.

Ketika saya mendapat pengetahuan tentang hal baru, saya membaca banyak sumber sebagai referensi. Bukan untuk blog, tapi untuk ‘bagaimana supaya saya makin tahu’. Selanjutnya, saya mencoba menuliskan kembali apa yang saya sudah pahami dengan bahasa saya sendiri. Dan saya memang jarang menyertakan sumber, karena apa yang saya tulis sumbernya lumayan banyak, sampai saya lupa sudah mampir di website mana saja saat membaca.

Saya tidak menyebutkan bahwa semua yang saya tulis adalah hasil pemikiran saya sendiri, walau saya akan menolak kalau saya disebut plagiarisme atau copy paste. Ini seperti kita belajar perkalian, lalu menuliskan perkalian tersebut di dalam blog. Apakah itu akan dibilang tindakan plagiarisme?

Jujur saja, jarang anda dapat menemukan sebuah kasus plagiarisme dalam blog. Yang ada dan lebih sering terjadi adalah copy paste plek. Itupun akan menjadi masalah kalau si empunya tulisan asli melakukan komplain. Tapi kebanyakan teman saya malah fine saja tulisannya dicuri, menurutnya ‘tidak ada ilmiah disana’. Hanya menunjukkan bahwa si pencuri tidak punya imajinasi dan kreatifitas untuk membuat sebuah tulisan sederhana.

Plagiarisme atau bukan, saya yakin semua penulis blog (penulis yah, bukan pe-copy paste!), punya niat baik dalam membuat tulisan di blog mereka masing – masing. Entah itu berniat berbagi cerita, berbagi ilmu, sampai berbagi tips dan trik. Sekarang tinggal bagaimana kita, atau anda, sebagai seorang pembaca yang menilai. Apakah menulis blog dapat dikatakan sebagai sebuah tindakan plagiarisme?

iKurniawan

Menulis pengalaman tentang jalan-jalan, makan-makan dan bersantai mereview gadget sambil menikmati secangkir kopi. Senang bercerita santai dalam tulisan di iKurniawan.com

2 thoughts on “Dunia Blogger dan Plagiarisme”

  1. Yaaaa, resiko dalam menulis dan mempublikasi.
    Kembali kepada diri kita, dengan begitu sebenarnya kita diingatkan untuk tidak berbuat seperti mereka yang plagiat.

    ah, blogger yang plagian itu memang menggemaskan sekali!

  2. Saya biasanya ngecek orisinalitas dengan bantuan copyscape. Kalau persentase lebih dari 90% itu sudah bisa dibilang orisinal. Copyscape sendiri punya standar, kalau ada 3 kata yang berurutan dengan sama persis, itu masuk filter mereka. Tapi rasanya susah banget kalau total 100%. Jadi 90% itu batas wajarlah 🙂
    Triknya buat ngatasi ini: ubah kalimat, pasif jadikan aktif, aktif jadikan pasif. Biasanya sih lolos copyscape 🙂
    Nice sharing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker