Cara Berlari Dengan Benar

Tips cara lari dengan benarKurang lebih 5 minggu belakangan ini, saya rutin untuk lari pagi. Paling tidak, saya coba untuk berlari seminggu sekali walau tidak terlalu jauh. Biasanya sih saya cuma berlari sekitar 20 menitan saja, dengan jarak tempuh kurang lebih 2km setiap kali lari.

Dan seperti orang lain yang sedang keranjingan sebuah hobi, saya juga jadi rajin membaca artikel tentang lari. Dan salah satu artikel yang sering sekali jadi bahan bacaan saya adalah form atau cara berlari yang benar. Hal ini dikarenakan saya masih merasa ada yang salah dengan cara berlari saya.

Selama ini saya lari hanya untuk enjoy dan cari keringat saja. Dan jujur saya kurang memperdulikan bagaimana saya berlari, yang penting keringatan. Tapi belakangan saya merasa menikmati aktifitas keringatan saya ini. Dan untuk sebuah aktifitas rutin, dan mencegah cidera, maka memperbaiki form lari yang benar adalah sebuah keharusan.

Saat berlari, saya selalu mendarat dengan tumit kaki. Memang sih sejauh ini tidak ada masalah, tapi ternyata cara berlari dengan mendarat pada tumit dalam jangka panjang dapat menyebabkan cidera. Cara yang benar untuk mendarat saat berlari ternyata adalah dengan ‘bantalan’ kaki. Atau bisa juga disebut dengan bantalan kaki, yaitu bagian kaki yang terdapat tepat dibelakang jari – jari.

Bantalan Kaki Untuk Mendarat Saat Lari

Karena saya baru tahu beberapa hari yang lalu, tadi pagi saya coba berlari kecil di lapangan futsal dengan cara seperti itu. Ternyata agak kagok juga merubah kebiasaan lari seperti itu. Tapi setelah beberapa saat, ada rasa ringan saat melangkah. Mungkin karena diimbangi dengan postur tubuh yang menjadi agak condong saat berlari jika menggunakan kaki bagian depan tersebut.

Selain cara mendarat dan bertolak dengan kaki bagian depan, ada beberapa hal lagi yang perlu diperhatikan untuk cara berlari yang benar. Antara lain adalah postur tubuh yang tegak dan menatap lurus kedepan, lalu bahu menggantung rileks dan siku ditekuk 90 derajat dengan tangan yang sedikit mengepal ringan.

Oh iya, kalau anda suka berlari dengan mengayunkan tangan secara kuat, coba untuk kurangi hal tersebut. Cobalah menjaga tangan stabil disamping tubuh, dan ayun seperlunya saja. Kecuali kalau anda berlari dengan kecepatan tinggi atau sprint, saya belum membaca kalau untuk tips itu.

Terakhir adalah cara bernafas saat berlari. Usahakan selalu menarik nafas dan membuangnya melalui hidung. Jika sudah terlalu lelah, boleh membuang nafas lewat mulut. Namun jangan pernah menarik nafas lewat mulut, menurut pelari – pelari senior di komunitas, hal tersebut akan membuat anda menjadi pusing, bahkan pingsan.

Nah segitu dulu share saya tentang hobi lari saya, semoga bermanfaat untuk rekan semua. Semoga bermanfaat. Ditunggu komentarnya.

Tulisan Lainnya

Tips Lari Pagi dan Manfaat Untuk Kesehatan Tubuh Lari adalah salah satu olahraga yang paling murah dan mudah untuk dilakukan. Selain itu, lari juga terbukti memiliki manfaat untuk tubuh, khususnya ja...
New Blog, First Post and First Run Setelah lama mempertimbangkan, akhirnya saya memutuskan untuk membuat sebuah blog baru. Blog dengan nama saya sendiri, yang isinya saya harap bener - ...

5 Comments

    • iKurniawan

Leave a Reply

badge