Mencoba Earbud Edifier H185 Modifikasi (Recable)

Semenjak memiliki rutinitas berjalan kaki dari kos ke kampus di Surabaya dulu, saya selalu tidak pernah lepas dari audio player dan earphone. Rasanya asik saja, berjalan menembus gedung-gedung dan taman antar fakultas, melihat kesibukan mahasiswa sambil mendengarkan lagu menuju gedung kelas perkuliahan. Secara kebetulan, kos saya ada di pintu utara kampus, sementara fakultas saya ada di pintu selatan. Jadi lumayan jauh juga perjalanan.

Kebiasaan ini kemudian terus saya lakukan untuk berjalan kaki ke kantor yang ditempuh kurang lebih 15 menit berjalan kaki. Cukup untuk mendengarkan 3 sampai 4 lagu. Bisa jadi 1 atau 2 lagu kalau kamu kebetulan fans Dream Theater ya. Dan setiap pagi-sore saat pulang pergi kantor, saya hampir selalu mendengarkan lagu di perjalanan.

Sebenarnya saya sudah mempunyai 2 buah in-ear monitor (IEM), ATH IM-02 yang sudah di recable dan IEM Bang & Olufsen dari paket penjualan hape LG V20 yang pernah saya gunakan. Sayangnya, saat ini keduanya sudah agak bermasalah pada bagian ujung jack 3.5mm. Logam di ujungnya seperti terkikis saat dulu saya gunakan di LG V20. Jadi kalau tidak pas saat memasang, IEM tidak terdetect dan tidak bisa digunakan.

Awalnya saya berencana mengganti jack pada ATH IM-02 saya saja, daripada menambah earphone baru. Tapi setelah saya cek harga jack Furutech Rhodium Plated yang saat ini saya gunakan, saya mengurungkan niat. Beli earphone murah-murah saja asal cukup memanjakan telinga saja deh.

Pilihan akhirnya jatuh pada Edifier H185 yang memang mendapatkan banyak review positif untuk earphone 100 ribuan. Secara kebetulan juga saya memang belum punya jenis earbud. Ada dua versi, dengan microphone atau yang tanpa microphone. Karena sedang sering-seringnya rapat lewat Zoom, maka saya memutuskan untuk mengambil versi microphone.

Saat sedang window shopping mencari harga terbaik, secara tidak sengaja saya melihat ada seller yang menjual Edifier H185 yang sudah dimodif penggantian kabel (recable). Tentu saja diikuti dengan penggantian jack yang digunakan. Setelah tanya-tanya sedikit dan cek reviewnya, kok sepertinya menarik. Tidak pakai lama, maka barang tersebut sudah masuk keranjang belanja – checkout – dan walaaaa, 2 hari kemudian sudah ada di meja kerja WFH saya!

Impresi Edifier H185 Recable / Modifikasi

Jika melihat dari keterangan untuk barang standar, dalam paket penjualan hanya disertakan 1 set earphone dan 3 pasang busa earphone pengganti. Namun untuk paket penjualan yang saya terima, ditambah lagi dengan 2 buah stiker “Nge-Res” (bukan Hi-Res ya!), 1 buah stiker nama toko penjual dan 1 buah tabung kecil untuk menyimpan earphone. Hmm, lumayan.

Untuk pengerjaan sendiri, setelah dilihat secara teliti pada kabel-kabel dan sambungan ke jack, menurut saya cukup rapi. Malah bisa dibilang sangat rapih ya. Kabelnya di kepang sehingga seperti tali kapal dan agak tebal. Sejujurnya saya agak kurang suka dengan kabel tebal-tebal, karena jadi kaku dan kurang nyaman dipakai bergerak. Untungnya kabel ini ternyata sangat fleksibel dan mudah digulung atau bahkan dililitkan.

Namun ada 2 hal yang saya kurang suka dengan Edifier H185 modifikasi ini. Pertama, kabelnya terlalu panjang. Sepertinya memang standar kabel Edifier H185 ini cukup panjang, mencapai 1.3 meter jika melihat spesifikasi standarnya. Dan yang kedua, posisi kabel pemisah untuk headphone kiri dan kanan terlalu jauh ke bawah.

Earphone ini rencananya akan saya gunakan dengan handphone Xiaomi Redmi Note 7 yang saya pakai setiap hari, jadi uji coba langsung colok ke handphone terlebih dahulu. Untuk tes suara, saya menggunakan Spotify dan memilih kualitas audio high. Suara yang dihasilkan ternyata cukup memuaskan. Detail, separasi hingga stagging cukup terasa wah jika mengingat harganya yang ‘cuma’ 200 ribuan. Tidak mengecewakan.

Kejutan datang saat saya sengaja melakukan ‘burn-in’ earphone ini pakai setup WFH. Di komputer, saya menggunakan koneksi bluetooth yang terhubung dengan Astell & Kern AK XB10. Begitu saya memutar musik dari YouTube, saya sampai senyum-senyum sendiri. Earphone 200 ribuan ini baru menunjukkan kemampuannya setelah pakai setup yang lebih ‘audio’ friendly. Sangat puas deh!

Tambahan poin lagi, untuk sebuah earbud rupanya fittingnya cukup pas di telinga saya. Suara yang saya rasakan masih jelas meski berada di area yang cukup ramai. Biasanya untuk jenis earbud, saat dipakai berjalan kaki, suara bass kurang terasa. Cuma terdengar cring-cring treble yang menusuk. Tapi untuk Edifier H185 versi satu ini, benar-benar saya acungi jempol deh. Dipakai berjalan kaki dari Gedung Prodia Kramat sampai Maison Weiner Cake Shop, saya bisa menikmati musik yang diputar di hape dengan lebih puas. Jempol!!!

Sebenarnya, akan terasa lebih fair untuk melihat perbedaan jika saya dapat membandingkan antara versi standar dan versi modifikasi yang sudah di recable ini. Namun saya belum menemukan teman yang memakai earphone Edifier H185 untuk dibandingkan.

Kalau sedang cari earphone dengan mic dan budget terbatas, bisa deh Edifier H185 ini dilirik. Versi standar sepertinya cukup. Tapi kalau punya budget lebih, tidak ada salahnya untuk lirik-lirik versi recable.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here