Makan Bebek Separuh Di Bebek Bengil Restaurant Ubud, Bali

Bebek Bengil Bali – Kali kedua ke Bali, kali ini dalam rangka tugas negara. Jadi secara teoritis sih enggak terlalu banyak waktu luang untuk bisa kelayapan lagi. Paling target adalah kelayapan malam hari, meski pilihan kuliner dan tempat wisata di Bali kala malam hari rasanya agak terbatas. Paling nggak sih, gak bisa nongkrong santai di Pantai Kuta sambil nungguin sunset dan liat wisatawan dengan segala aktifitasnya.

Untungnya di tugas kali ini saya dan teman-teman didampingin partner yang ramah, baik hati dan suka kuliner juga. Jam makan siang kami diajak untuk mencari tempat makan yang kabarnya sih cukup khas di daerah Bali. Karena memang tugasnya berkunjung ke salah satu UKM di daerah Ubud, maka makan siangnya juga di daerah itu. Sampai akhirnya mampirlah ke sebuah restoran yang dari depan terlihat cukup sederhana dengan nama Bebek Bengil Restaurant.

Penasaran dengan namanya, kata salah satu partner yang ikut serta, nama Bebek Bengil diambil dari bahasa Bali yang artinya ‘kotor’ (bener gak sih?). Karena katanya lagi, bebek itu identik dengan kotor. Apalagi saat bebek itu baru selesai dari sesi berburu makanan di sawah. Mereka naik ke daratan dengan kondisi basah kuyup dan kotor itu tadi. Dari kebiasaan dan kesan itulah kemudian restoran ini mengangkat nama Bebek Bengil. Atau kalau dari buku menunya tertulis dalam bahasa bule : Dirty Duck Diner.

Restoran Bebek Bengil ini sepertinya tersebar di beberapa titik keramaian di Bali. Bahkan di Jakarta juga ada cabangnya. Tapi yang kami datangi di daerah Ubud ini sangat bernuansa alam sekali. Begitu masuk ke area restoran, tersedia beberapa gazebo-gazebo dengan dikelilingi pepohonan dan sawah. Iya, sawah beneran dengan padi-padi menguning yang siap untuk dipanen. Masih katanya lagi, area persawahan lengkap dengan padinya itu merupakan bagian dari restoran Bebek Bengil. Untuk menambahkan kesan alami, pedesaan dan tenang yang memang menjadi daya tarik untuk wisatawan. Khususnya mancanegara. Dan teori ini rasanya bener banget. Karena saya lihat hampir di setiap gazebo ada wisatawan asing yang sedang asik makan, bersantai sampai tidur-tiduran sambil menikmati angin yang terus bertiup sepoi-sepoi diiringi bulir padi yang ikut menari (ini apa sih???).

suasana restoran bebek bengil bali

bebek bengil Ubud Bali

kuliner bali gazebo resto bebek bengil

Kalau soal menu yang disajikan, saya enggak sempat eskplorasi lebih banyak. Selain karena jamuan (baca : ditraktir), kami semua juga direkomendasikan untuk memesan paket bebek bengil sebagai menu andalan restoran ini. Dan jadilah semua orang yang ikut memakan menu yang sama. Paket Bebek bengil satu porsi!

Dalam satu paket menu bebek bengil ini dihidangkan setengah ekor bebek goreng, satu porsi nasi, lalapan serta sayuran yang mirip-mirip urap tapi lebih didominasi dengan tauge. Sambelnya sendiri ada tiga jenis, sambal matah, cabe (sepertinya digoreng) diiris-iris dan sambel berwarna merah yang enggak pedas. Ehm, jujur saja, dari ketiga sambel itu semuanya enggak ada yang pedas sangat. Enak sih, tapi buat penyuka pedas jangan berharap terlalu banyak.

kuliner bali menu bebek bengil

Satu porsi paket Bebek Bengil = KENYANG!

Yang paling menarik jelas bebek gorengnya (ya masak iya nasi putihnya ya?). Di bagian luar serta beberapa bagian yang dekat tulang, dagingnya sangat renyah, gurih dan mudah remuk sampai ke tulang-tulangnya. Tapi di bagian dalam, daging bebek bengil ini sangat lembut dan agak-agak manis khas daging bebek. Ditambah dengan sambel-sambel yang tersedia, makan bebek ini lebih ke arah menyenangkan daripada sekedar untuk menyenangkan. Bahkan sayuran mirip urap plus nasi putih hampir saya lupakan. Untuk sayuran itu tadi, rasanya ada aroma dan rasa kunyitnya. Jadi punya rasa yang cukup unik juga sih.

Kalau tadi soal menariknya, maka ini adalah soal kurang menariknya. Karena judulnya sudah jelas restaurant, wajar kalau harga agak-agak di atas kelas mahasiswa dan backpacker kantong tipis seperti saya. Untuk satu porsi paket bebek bengil kalau saya tidak salah harganya di atas 120 ribuan. Untuk harga minuman saya kurang memperhatikan lagi. Tapi kalau tidak salah, es jeruknya hampir seharga 30 ribuan.

Untuk yang lagi ke Bali terus penasaran dan pengen mencoba makan bebek yang berkelas, rasanya Bebek Bengil Restaurant atau Dirty Duck Diner ini bisa jadi pilihan. Tenang aja, ada juga kok menu-menu yang harganya lebih terjangkau macam Bebek Goreng Cabe Hijau (kalau enggak salah sih). Tapi yang jelas, suasana makan di tengah sawahnya itu yang enggak selalu bisa kita dapatkan. Apalagi untuk kamu yang tinggal di perkotaan. Iya nggak? ~ iKurniawan.com

Tulisan Lainnya

Platter, Sensasi Kuliner Hot Plate di Surabaya Kuliner Surabaya - Hari Sabtu (28/11/2015) kemarin saya diajak teman untuk mencoba tempat makan yang terbilang baru di daerah Surabaya. Nama tempatnya...
Mencicipi Minum Kopi Kekinian Di EL’S Coffee... El's Coffee - Meski bukan penikmat kopi sejati, atau kalau bahasa teman saya itu pecinta kopi, tapi saya adalah orang yang dapat memilih mana kopi yan...
Kuliner Surabaya – Bebek Palupi Rungkut Review Kuliner - Kemarin saya pernah menuliskan warung makan khas kuliner bebek yang baru membuka cabangnya di Bandar Lampung. Memang ada banyak refer...
Kuliner Surabaya : Tahu Telor Pak Jayen Kuliner yang ada di Surabaya memang cukup banyak jenisnya, mulai dari yang harga mahasiswa sampai maha...lnya gak karuan. Untuk yang makanan khas, mun...

3 Comments

Leave a Reply

badge