Bass Elektrik, Another Impulsive Buying

Ketika membeli sepeda lipat dan Nintendo Switch di pertengahan tahun 2021, lalu Macbook Air M1 akhir tahun 2021, maka kebiasaan saya untuk jajan tanpa alasan jelas ini bisa berhenti. Tapi ternyata saya salah. Bulan lalu, saya kembali membeli barang yang tidak benar-benar saya butuhkan. Sebuah bass elektrik akhirnya mendarat di kamar kosan.

Entah dari mana saya mendapatkan ilham untuk tiba-tiba membeli sebuah bass. Apakah karena saya sering menonton video Julia memainkan cover bass lagu Dua Lipa dengan sangat memukau, atau memang sebuah ‘mimpi’ masa sekolah yang belum kesampaian. Merasa terinspirasi, ditambah model bass yang memang dari dulu disuka tiba-tiba muncul di layar ponsel dengan status ‘dijual’, maka terjadilah check-out mendadak dan abang paket bersilaturahmi membawa kiriman.

Masalah ter-checkout jajanan baru ini sendiri sebenarnya tidaklah mulus. Awalnya, saya tergoda membeli Sterling Ray34ca by Musicman yang dijual di Instagram. Karena tertarik, saya melakukan negosiasi harga dengan si penjual dan berakhir deal di harga tertentu. Tinggal melakukan pembelian lewat salah satu marketplace saja, biar lebih aman.

Entah kenapa, tiba-tiba si penjual ini membatalkan niatnya untuk menjual bass tersebut. Katanya, ‘masih sayang mas. Takut tidak dapat yang mulus begini lagi’. Okelah, itu hak dia dan saya menerima saja. Toh dalam hati saya cukup bersyukur, tidak jadi membeli barang yang tidak saya butuhkan amat.

Tapi memang dasarnya saya iseng, saya mencoba menawar dengan menggunakan nomor hape saya yang lain. Penasaran saja, beneran sayang dijual atau memang deal di harga yang ‘kurang mahal’. Ternyata, dia mau deal dengan harga yang sedikit lebih mahal dari deal saya sebelumnya. Wah, ternyata seller bermasalah. Hahahaha..

Seller sendiri sempat menghubungi saya kembali untuk melakukan negosiasi agar mau menaikkan harga yang sudah ‘deal’ sebelumnya. Tapi saya menolak. Deal is a deal, kalau dia mau menaikkan harga setelah deal ya berarti saya anggap tidak niat jualan.

Di saat yang bersamaan, ada salah satu penjual yang tiba-tiba memajang barang yang mirip hanya beda tipe. Sedikit di atas tipe si seller bermasalah itu. Tanpa ba-bi-bu, saya chat dan nego-nego akhirnya deal di harga yang sama. Tak pakai lama, kamar kos saya makin penuh dengan kedatangan bass baru ini.

Saya sepertinya (berharap) agar tidak lagi-lagi membeli barang yang tidak digunakan. Walau hanya di dalam kamar, saya ingin bisa menggunakan bass yang saya anggap keren sejak jaman SMU. Saya mulai belajar sedikit demi sedikit, dari YouTube atau bahkan membeli course di Udemy. Semoga, bisa bermanfaat.

Sekarang si bass hasil impulsive buying, atau khilaf ini lagi dikirim ke tukang servis gitar. Bukan karena rusak, tapi agar dilakukan refresh dan setup untuk pemakaian normal saja. Maklum, bass tua. Butuh perawatan. Tidak sabar untuk menunggunya selesai dan mulai belajar memainkan bass lagi.

Selamat hari Rabu. Jangan lupa (mencari) bahagia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here