Keyboard Logitech K380 Untuk iPad

Kurang dari seminggu setelah saya membeli iPad Air 2019 lalu, saya akhirnya memutuskan untuk membeli sebuah keyboard bluetooth. Setelah melihat beberapa review, pilihan akhirnya jatuh ke keyboard Logitech K380.

Ada beberapa alasan mengapa saya memilih keyboard Logitech K380. Pertama adalah ukurannya yang terbilang cukup kompak dan sepertinya tidak merepotkan untuk dibawa-bawa, mengingat alasan utama saya tidak mau bawa laptop adalah besar dan berat!

Alasan kedua, nama besar Logitech. Meski sebagian orang bilang merk terkenal belum tentu bagus, tapi saya beberapa kali menggunakan produk Logitech dan belum pernah mengecewakan.

Dan terakhir, tentu saja banderol harga. Keyboard Logitech K380 ini dijual dengan harga 300 ribuan, hampir 400 ribu. Sepertinya masih bisa diterima, walau sedikit melebihi budget yang saya punya.

Paket Penjualan Keyboard Logitech K380

Nihil. Dalam kotak kemasan keyboard Logitech K380 benar-benar tidak ada apa-apa. Hanya satu unit keyboard serta selembar kertas safety instruction yang sudah pasti tidak pernah dibaca.

Logitech sendiri menyediakan 3 pilihan warna untuk keyboard bluetooth ini, warna putih, hitam, biru dan pink. Sebenarnya yang warna putih terlihat sangat menarik. Tapi karena saya kurang pintar merawat barang agar terlihat kinclong selalu, akhirnya saya memutuskan untuk memilih warna hitam.

Kotak kemasan terlihat keren dengan warna tosca matte dan gambar keyboard berwarna hitam. Terlihat tulisan MULTI-DEVICE K380 di bagian atas. Saya kurang tahu, apakah kalau membeli warna lain, bentuk dan warna kemasannya akan berbeda juga?

Pada bagian belakang kemasan, terdapat beberapa keterangan dan fitur produk. Antara lain fitur easy switch yang memudahkan pengguna keyboard untuk berpindah dari gadget satu ke lainnya, lalu spesifikasi gadget yang dibutuhkan untuk dapat terkoneksi dengan keyboard ini.

Saat kotak dibuka, terlihat sebuah keyboard Logitech K380 dalam plastik. Di dalamnya terdapat pula petunjuk cara melakukan koneksi bluetooth keyboard ke gawai yang diinginkan.

Saya sempat mencari kabel untuk keperluan charging yang biasanya diberikan setiap kali kita membeli barang elektronik dan tidak menemukannya.

Setelah saya keluarkan keyboard dari kemasannya, baru saya tahu ternyata baterai yang digunakan adalah jenis AAA sebanyak 2 buah (pre-installed). Hmmm, pantas tidak ketemu kabelnya!

Kesan dan Pengalaman Penggunaan

Keren. Terlihat simpel dan mungil, keyboard ini memiliki built quality yang kokoh. Bahan material yang dipakai juga tidak terlalu plastik yang terlihat ringkih. Cukup bagus kok!

Dari desainnya, saya suka perpaduan warna hitam yang lebih cenderung ke dark grey dengan perpaduan tombol koneksi berwarna kuning. Desain tuts yang bulat menimbulkan kesan yang tidak terlalu kaku juga.

Cara menghubungkan keyboard ke iPad atau gadget lain juga cukup mudah. Hanya perlu menekan tombol koneksi yang berwarna kuning sekitar 3 detik, maka bluetooth akan siap dikoneksikan.

Tombol koneksi sendiri ada 3 buah, sehingga keyboard dapat menyimpan koneksi ke 3 gadget sekaligus. Untuk berpindah gadget, tinggal menekan tombol koneksi nomor 1, 2 atau 3.

Saat digunakan di iPad Air, setiap tombol keyboard berfungsi dengan baik. Kecuali untuk tombol multimedia yang berjejer di bagian kanan atas. Kebetulan, saat mengetik dan bekerja di iPad tidak sembari mendengarkan musik. Jadi fitur ini belum saya coba.

Untuk pengalaman mengetik, rasanya cukup nyaman dan menyenangkan. Saat tombol keybord atau ditekan, terasa kalau tuts sedikit ‘melawan’. Jadi jari-jari merasa yakin kalau tombol memang sudah ditekan.

Pada awal pemakaian memang harus beradaptasi dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan keyboard yang biasa saya pergunakan. Tidak terlalu masalah.

Sedikit kekurangan yang saya rasakan adalah tombol panah/arah yang buat saya terlalu kecil. Padahal, tombol ini termasuk paling sering saya gunakan saat mengetik untuk berpindah paragraf atau baris kalimat.

Overall, keyboard ini cukup recommended untuk menjadi pasangan iPad, tablet Android atau bahkan smartphone. Seingat saya, teman kantor ada pula yang menggunakan keyboard ini untuk PC kantor. Alasannya biar meja kerja lebih minimalis.

Ukuran yang kompak serta berat yang tidak terlalu membebani cukup memenuhi kebutuhan saya.

Kekurangannya mungkin hanya dari segi harga yang lumayan tinggi. Jika budget lebih sedikit dan nantinya akan sangat jarang digunakan, mungkin memilih keyboard bluetooth seharga 100 ribuan juga seharusnya sudah oke.

4 COMMENTS

  1. Keyboard ini enak banget dipakenya, mungil ringkes, dan lumayan senyap. Enak kalau buat tangan mungil dan keperluan ngetik pas jam-jam orang tidur.
    Satu yang harus diingat sih untuk ga lupa matiin keyboard kalau sudah ga dipake, biar batrenya agak awet, ga tau ya batre bawaan seberapa awet dibanding batre yang dijual di pasaran.

  2. keyboard ini sempet jadi incaranku juga. layoit-nya ringkas, 60% dengan tombol switch tactile (ada sensasi melawan) yang biasanya dicari oleh yang suka ngetik.. sempet nyoba ngetik juga pake ini dan emang enak bangat.. cuma salah satu yang bikin agak drop adalah penggunaan baterai AAA ini sih, tapi overall oke.. untuk tombol panah, karena terbiasa dengan keyboard MacBook Pro, aku ngga terlalu bermasalah.. tinggal nunggu saja dirimu pake mouse apa ini 😆

    • Oh iya itu istilah yang kucari, ‘tactile’. Hhahha

      Kemarin masih belum merasa butuh mouse sih Om. Tapi ndak tau nih kedepan2 nanti. Kok pencil agak kurang pas dijadikan mouse
      😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here