Awal Februari 2026 kemarin, saya dapat kesempatan untuk berkunjung kembali ke Yogyakarta. Sebenarnya malas mengingat tanggung jawab setelahnya, tapi namanya tugas harus dijalankan. So, berangkat ke Jogja!

Padatnya acara dan malasnya badan karena usia (alasan, mageran aja kok!), jadi tidak banyak tempat yang akan dikunjungi. Target saya cuma nyicipin lagi Sate Klathak yang saya suka, melihat Tugu Yogyakarta dan Malioboro. Syukur kalau bisa tambahan tempat lainnya.
Untunglah semua keinginan itu tercapai, bonus pertama kali mengunjungi pabrik Bakpia 25 walau cuma di tokonya. Bakpia 25 itu enak banget, apalagi saya cicip yang masih hangat. Asli, beneran enak!
Sedikit cerita, sebenarnya di hari terakhir rencananya mau nyicipin lagi sarapan pisang goreng yang enak banget itu di Kopi Klothok. Sayangnya, malam itu gempa besar di Pacitan membuat kami harus begadang semalaman. Gempa pukul 1 dini hari itu, membuat kami harus stand by di depan hotel sampai pukul 3 pagi. Jadi setelah Subuh, baru tidur.

Yah, itulah sedikit cerita dari Yogyakarta. Semoga ada kesempatan untuk berkunjung lagi, dalam rangka liburan dan berwisata.
Anyway, foto postingan ini diambil menggunakan handphone Xiaomi 13T secara handheld dalam kunjungan ke lokasi yang hanya sekitar 15 menit saja.









bakpia 25 itu salah satu favoritku, dari berbagai merek bakpia. ku kalo pas mudik selalu kusempatkan mampir ke Jogja.
Seingat saya ini malah pertama kali nyobain Bakpia 25, atau datang ke tokonya langsung yang dapur bakpia. Memang, enak banget. Apalagi pas hangat.
Bener! Bakpia ternyata enak banget dimakan hangat. Baru tahu juga pas icip di pabriknya. Sekarang kalau ada bakpia sekalu dipanaskan di oven.
Kalau dipanaskan di oven, bisa keras infonya ya. Kalau mau empuk, pakai microwave. Tapi bersamaan dengan gelas kecil/mangkuk kecil diisi air putih sedikit.
Bisa dicoba juga buat hangatkan nasi
😀