50/50 (2011), Cerita Menyentuh Tentang Melawan Kanker

Joseph Gordon-Levitt mungkin bisa dibilang sebagai salah seorang aktor yang mampu memerankan tokoh dalam film dengan karakter yang khas. Beberapa perannya di film Inception, Premium Rush dan tentu saja (500) Days of Summer membuat saya merasa setiap filmnya bisa dibilang menarik. Apalagi saat dia berduet dengan si cantik Scarlett Johansson dalam film Don Jon, Levitt sangat pas berada dalam karakternya tersebut!

Meski bukan film baru, tapi secara tidak sengaja saya menemukan film yang juga diperankan secara impresif oleh Joseph Gordon-Levitt ini. Saya sengaja bilang tidak sengaja karena memang saat saya menemukan film berjudul 50/50 ini, saya sedang mencari film-film lain dari Anna Kendrick dengan rating yang baik. Dan meski si ‘Pitch Perfect’ ini bukan menjadi tokoh utama dalam film 50/50, akhirnya minggu ini diawali dengan sebuah film yang benar-benar memuaskan.

Review cerita film 50-50

Film yang bercerita tentang orang yang berjuang melawan kanker, atau penyakit ganas lainnya, mungkin sudah banyak dibuat. Diantaranya yang saya ingat dan saya anggap sangat bagus adalah film The Fault is In Our Stars. Namun dalam film 50/50, saya merasakan ada suatu penggambaran yang berbeda. Enggak cuma tentang perjuangan mengharukan tentang bagaimana karakter yang diperankan Levitt melawan kanker, tapi sentuhan-sentuhan komedi juga terasa kental dan mampu membuat penonton yang sedang terhanyut dalam rasa haru menjadi tertawa. Mungkin dalam cerita film ini akan dijelaskan mengapa film ini judulnya adalah 50/50. Namun bagi penonton, mungkin akan merasa kalau film ini memang dibuat 50% mengharukan dan sebagian sisanya adalah menghibur. Mengagumkan memang jika kita melihat bagaimana Jonathan Levine membuat film ini mampu mengajak penontonnya untuk termotivasi menghadapi hidup, terharu melihat perjuangan tokoh yang diperankan Levitt, sekaligus tertawa akan sesuatu yang ditakuti banyak orang.

Pemilihan Joseph Gordon-Levitt untuk memerankan karakter utama dalam film ini menurut saya sangatlah pas. Levitt mampu menampilkan porsi yang pas untuk memunculkan emosi, komedi dan tentu saja orang yang sedang depresi dan putus asa tanpa harus terlihat berlebihan. Selain Joseph Gordon-Levitt, sederet nama besar lain juga ada di film yang dirilis pada akhir tahun 2011 lalu ini. Misalkan saja Seth Rogen yang cukup dikenal sebagai tokoh film komedi, Anna Kendrick dan juga Bryce Dallas Howard yang pernah bermain sebagai Gwen Stacy di Spider-Man 3. Dan setiap dari mereka memiliki proporsi penting dalam film ini. Sepanjang film, kita enggak hanya disuguhkan tentang karakter Levitt melawan kanker, tapi film ini juga bercerita tentang persahabatan, keluarga dan tentu saja kisah cinta yang romantis. Dengan sentuhan-sentuhan komedi, maka mungkin film ini bisa dibilang sebagai film yang sangat komplit!

Anna Kendrick dan Gordon-Levitt dalam Film 50-50

”That’s what everyone has been telling me since the beginning. “Oh, you’re gonna be okay,” and “Oh, everything’s fine,” and like, it’s not… It makes it worse… that no one will just come out and say it. Like, “hey man, you’re gonna die.”“ ~ Adam, 50/50.

Overall, film 50/50 ini mungkin film yang tidak sengaja saya tonton karena mau melihat akting Anna Kendrick nya saja. Namun sepertinya saya harus mengakui, meski Kendrick mampu bermain cantik dan mengesankan, tapi film ini merupakan sesuatu yang lebih dari sekedar nama besar di dalamnya. Dari segi cerita maupun akting masing-masing karakter memiliki porsi yang sama-sama kuat untuk membuat film 50/50 ini menjadi mengesankan. Untuk skor, rasanya 8.2/10 adalah sesuatu yang cukup pantas.


Tulisan Lainnya

Chappie (2015) Hollywood kembali mengangkat cerita sci-fi tentang pemanfaatan teknologi robot untuk membantu memudahkan hidup manusia. Kali ini, robot-robot tersebut...
Pitch Perfect 2 (2015) Barden Bellas is back! Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan sequel film dengan judul yang sama, Pitch Perfect yang menuai sukses pada tahun...
Review Film: SPECTRE (2015) Review Film - Cukup besar tantangan yang harus dihadapi para bintang film maupun sutradara ketika harus membuat sebuah film dengan franchise yang suda...
Film Catch Me If You Can (2002), Kisah Nyata Penip... Karena belum ada film baru yang sudah saya tonton, jadi kita mencoba flashback ke beberapa tahun lalu. Untuk mode flashback ini, saya mau review cerit...

Leave a Reply