Daily Life

Konser Guns N’ Roses Jakarta, Kaki Lelah Sampai Habis Suara

Sebelum cerita panjang kali lebar, perlu saya tuliskan kalau saya masih dalam kategori suka dengan musik dan style Guns N’ Roses. Bukan super-big-die-hard fans gitu. Jadi kalau ada salah-salah, mohon dikoreksi.

Info tentang Guns N’ Roses akan menggelar konser di Jakarta memang sudah santer terdengar sejak memasuki pertengahan tahun ini. Maka ketika salah satu provider penyedia tiket menawarkan aktifasi notifikasi pemesanan tiket pre-sale, saya langsung mendaftarkan diri. Beli atau enggak, itu urusan belakangan.

Tapi yang namanya ‘urusan belakangan’ itu memang hampir selalu berarti jadi. Terbukti ketika akhir Juni 2018 tiket pre-sale dibuka, saya sudah memiliki 3 buah tiket kelas Festival A. Iya, saya mau berdiri sedekat mungkin dengan idola-idola jaman SMP-SMA ini.

Konser Guns N Roses Di Indonesia 2018

Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Karena pagi harinya saya masih harus ke kantor, hari itu masih terlalu biasa saja. Bahkan ketika saya bermacet-macet di dalam taksi online, saya masih merasakan Jakarta yang seperti biasa saja.

Nuansa keseruan dan aura tahun 80 atau 90-an mulai terasa ketika kami terpaksa berpindah ke bus Transjakarta untuk menembus kemacetan. Di dalam bis kami bertemu beberapa orang yang mengenakan kaos dan atribut Guns N’ Roses. Entah itu t-shirt, jaket, bandana sampai ikat kepala.

Sampai di pintu masuk Gelora Bung karno, sudah ramai penonton yang kebanyakan berada di usia matang. Sebagian besar menggunakan kaos berwarna hitam. Meski tidak selalu dengan logo Guns N’ Roses, tapi hampir bisa dipastikan warnanya hitam. Beberapa malah tak sungkan bergaya seperti Slash lengkap dengan topi top hat / topper.

Ketika memasuki area event, penjagaan mulai terasa ketat. Sedikitnya kami melewati tiga gerbang pemeriksaan, belum termasuk ditambah satu kali pemeriksaan ke area zona konser. Pemeriksaan dimulai dari tas, tiket dan terakhir penggeledahan.

Di area luar masih banyak terdapat booth minuman dan merchandise. Antrian merch di booth pertama ternyata sangat panjang. Beruntung ada satu booth merchandise yang kurang dilirik karena agak jauh dari pintu masuk. Jadilah saya membeli satu buah t-shirt dengan logo khas Guns N’ Roses. Tadinya mau pilih model ‘legend‘ yang satunya, tapi…..ya sudahlah ya. Dan…kaosnya langsung saya pakai!

Review Nonton Konser Guns N Roses Jakarta

Meski dijadwalkan akan dimulai pukul delapan malam, ternyata selepas maghrib zone festival A sudah padat dengan penonton. Saya gagal mengambil posisi di tengah-tengah. Yah, setidaknya saya berada di posisi yang biasanya dipakai lead guitar. Artinya, dekat dengan posisi Slash akan bermain. Yeah!

Sekitar pukul 19.30 malam, Kikan ex-Cokelat tampak menaiki panggung dan langsung menyapa penonton. Seperti acara besar lainnya, acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Dan penonton kompak mengeluarkan suara, bernyanyi dengan khidmat. Ah, saya jadi merinding. Ternyata kita masih bisa bersatu bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Seturunnya Kikan dari panggung, ternyata konser masih belum juga dimulai. Kurang lebih selama 30 menit kami menunggu sembari berdiri dengan ditemani animasi tank perang Guns N’ Roses. Saat animasi mulai berubah dengan peluru-peluru, bunga dan bentuk-bentuk aneh lainnya, kami tahu kalau acara utama akan dimulai. Penonton makin merengsek ke arah panggung.

Lagu Indonesia Raya di Konser Guns N Roses Jakarta

Tak lama lampu mulai dipadamkan. Di dalam kegelapan masih terlihat siluet tiga orang bergerak mengambil posisi instrumen yang tidak bisa digotong-gotong. Yups, Dizzy Reed (keyboard), Frank Ferrer (drum) dan Melissa Reese (keyboard) sudah standby.

Sekitar pukul 20.10 gebrakan sound system langsung menggelegar di Gelora Bung Karno malam itu dengan intro lagu It’s So Easy. Sesuai dengan yang dijanjikan, formasi reuni yang diisi Duff McKagan (bass) dan Slash (guitar) langsung maju ke depan panggung dengan ditemani Richard Fortus (guitar). Dan tak lama, Axl langsung keluar tanpa basa basi. Ya, malam itu Axl melaksanakan tugasnya untuk bernyanyi dan tidak terlalu sering berinteraksi dengan penonton.

Selanjutnya kurang lebih 3 jam penonton diajak bernostalgia ke masa lalu dengan jejeran lagi hits mereka. Seperti yang saya bilang, saya bukan die-hard-fans. Jadi saya harus mengakui beberapa lagi kurang familiar di telinga saya.

Untungnya semua lagu-lagu favorit saya masuk setlist malam itu. Mulai dari Welcome to The Jungle, Don’t Cry, Sweet Child o Mine, Patience, Paradise City, You Could Be Mine, Live And Let Die, Estranged dan tentu saja November Rain. Selain lagu dari album mereka, ada beberapa lagu cover juga yang dibawakan. Kalau tidak salah sih Wish You Were Here miliknya Pink Floyd dan Black Hole Sun dari Soundgarden.

Sumber : CNN Indonesia

Malamnya Slash, Duff McKagan dan Melissa Reese

Sebenarnya dari awal membeli tiket saja, saya sudah merasa bahwa konser ini bukan untuk melihat kualitas yang wah. Bukan meremehkan, tapi saya menyadari usia Axl dan band yang sudah tak lagi muda. Tentu ada penurunan dibandingkan masa mudanya. Dan perkiraan saya tidak meleset.

Terlihat sekali Axl Rose sangat keteteran, entah dari nada atau tempo. Faktor usia, atau mungkin memang sedang tak prima. Entahlah. Tapi yang mengikuti kontroversi vokalis satu ini, rasanya akan berfikir ‘wajarlah’. Tapi ya sudahlah, toh dia cukup sukses pecicilan dan menyanyikan setiap bait lagu. Setidaknya dia cukup jantan untuk menantang penonton bernyanyi dengan nada asli lagu. Karena bisa saja dia minta agar main dengan nada yang direndahkan agar tidak perlu mencekik leher. Salut untuk Axl!

Soal Slash, sepertinya tidak perlu banyak diceritakan. Dia masih tampil dengan skill dan sound yang waw, gaya yang mempesona tanpa pernah banyak bicara. Saya yakin sebagian besar gitaris di Indonesia, baik kelas festival atau bahkan yang sudah di label rekaman, mengidolakan si Saul “Slash” Hudson ini. Dan sampai sekarang dia masih mengagumkan. Di mata saya, Slash mungkin bukan best guitarist in the world. Tapi percayalah, dia adalah salah satu most-showy guitar player – ever.

Kejutan justru datang dari Duff McKagan. Bassist ini tampil dengan gaya cool dan senyum yang ramah dengan terus menjelajah setiap sudut panggung. Pun sudah terlihat menua, tapi permainannya tetap konsisten. Bahkan dia mengejutkan penonton saat menyanyikan cover lagu Attitude dengan gaya khas musik Punk. To be honest, Duff justru memiliki vokal yang lebih prima dari Axl.

Diluar semua penampilan para frontliner itu, saya yakin sebagian besar penonton akan setuju jika saya katakan Melissa Reese sukses menjadi eye-magnet di malam itu. Meski berada di bagian belakang, Melissa beberapa kali muncul di layar besar di sisi kiri-kanan panggung. Dan setiap kali itu pula penonton langsung menatap ke layar tanpa memperdulikan apa yang dilakukan oleh personil lainnya. Hahaha…

Afterall, tentu saya ikut mengakui adanya rasa kurang puas di konser Guns N’ Roses Jakarta kemarin. Khususnya dari segi sound. Entah mengapa saya tidak merasakan kemegahan sound dengan equipment yang kabarnya sampai puluhan ton itu. Suara instrumen terdengar menumpuk jadi satu saja. Masih kurang nyaman di telinga jika dibandingkan sound yang saya rasakan di konser Dream Theater tahun lalu.

Awalnya saya berfikir karena posisi saya yang kurang ke tengah saja. Tapi rupanya hal ini dirasakan pula oleh banyak orang. Termasuk beberapa pekerja musik yang menyuarakan hal yang sama. Menggelegar, namun tak istimewa.

Penutup Konser Guns N Roses Jakarta Indonesia 2018
Sumber : twitter Guns N Roses

Anyway, saya cukup puas bisa menyaksikan konser salah satu band plus gitaris kesukaan saya secara langsung. Apalagi dengan formasi reuni hampir lengkap seperti sekarang. Benar-benar momen Not in This Lifetime. Mana tahu Axl dan Slash akan kembali berselisih. Yah, semoga jangan sih.

Guns N Roses mungkin sudah menua, tapi mereka masih mengagumkan dan sedang menunjukkanya pada dunia.

p.s. maaf fotonya sedikit. Dilarang bawa kamera dan saya enggak mau terlalu banyak bermain hape di tengah konser. Just enjoy the show!

iKurniawan

Menulis pengalaman tentang jalan-jalan, makan-makan dan bersantai mereview gadget sambil menikmati secangkir kopi. Senang bercerita santai dalam tulisan di iKurniawan.com

2 thoughts on “Konser Guns N’ Roses Jakarta, Kaki Lelah Sampai Habis Suara”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker