Konser 17 Tahun The Rain, Bioskop Hujan

“Om, wiken ini pulang gak? Kalau enggak, aku ada satu tiket konser The Rain ini. Mau gak?”

Ya kurang lebih begitulah bunyi pesan WhatsApp dari tante Dian yang menjadi asal muasal bagaimana saya kemudian memutuskan untuk berkunjung ke Grand Indonesia, siang-siang sendirian hari Sabtu, 15 Desember 2018 kemarin. Selain karena mau nonton konser gratisan, saya juga penasaran dengan konsep konser musik di dalam ruang bioskop. Sepertinya seru.

Registrasi Tiket Konser Bioskop Hujan The Rain

Pukul 11.30 saya sudah mendarat indah di CGV Grand Indonesia. Langsung menuju meja penukaran tiket konser dengan tajuk Bioskop Hujan yang dijaga tiga dedek-dedek lutju. Setelah di scan bukti pemesanan tiket, saya memilih kursi di deretan depan. Biar deket, manatau bisa dapat foto stage yang asik.

Sembari menunggu acara dimulai, saya sempat berkeliling melihat-lihat kesibukan panitia dan para fans yang sudah tak sabar melihat band kesayangan tampil. Sementara saya kemudian memutuskan turun ke bawah mencari minuman dingin.

Hampir pukul 13.00, saya sudah antri memasuki ruang studio. Ini beneran antri, dari pintu studio sampai ke luar ruang bioskop.

Sembari antri, saya mendengar bisik-bisik orang yang juga sedang antri. Ada yang dari Lampung, Cirebon, Yogyakarta bahkan Makassar. Waw, sepertinya saya menjadi minoritas yang tidak terlalu mengenal Band yang akan tampil.

Sedikit informasi, Bioskop Hujan rupanya menjadi konser tunggal pertama bagi The Rain. Untuk merayakan 17 tahun kebersamaan mereka dalam berkarya, The Rain ingin menggelar konser dengan konsep yang unik.

Digawangi Indra Prasta (vokal/gitar), Iwan Tanda (gitar), Ipul Bahri (bass) dan Aang Anggoro (drum), The Rain akhirnya menggelar konser dengan tema dan konsep yang sangat unik. Tanpa menggunakan EO dan promotor, konser Bioskop Hujan digelar hanya dengan digerakkan oleh keluarga dan kawan-kawan dekat mereka.

Bahkan untuk pendanaan, mereka menggunakan sistem crowdfunding. Selain tiket ‘normal’, di konser ini juga tersedia tiket paket Hujan Deras, dimana penonton yang membeli paket ini berarti membelikan 2 orang anak panti asuhan untuk ikut serta. Keren.

Meski berada di dalam ruang tertutup dan panggung yang terbatas, konser ini menurut saya sangat-sangat sukses. Enggak cuma mengajak penonton bernyanyi bersama, tapi juga sukses membawa mereka ke nuansa syahdu mendayu-dayu. Bahkan samar-samar terdengar suara terisak menahan tangis penonton di beberapa kesempatan.

Saya enggak bisa cerita banyak-banyak bagaimana berjalannya konser, lagu apa saja yang dibawakan dan lain-lain. Selain memang kurang mengenal judul-judul lagunya, saya asik menikmati setiap sisi pertunjukan yang ada. Yang pasti, tak kurang dari 1,5 jam kami menyaksikan pertunjukkan yang memuaskan serta bernyanyi bersama The Rain dan para fans, The Rainkeepers.

Anyway, foto-foto yang ada diambil menggunakan gear seadanya. Ditambah saat di resize, kualitasnya jadi agak rusak. Tapi, semoga masih bisa dinikmati.

Cerita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here