The Equalizer (2014), Film One Man Show ala Denzel Washington

Film The Equalizer mungkin film pertama bergenre action – thriller yang saya tonton dalam beberapa bulan belakangan ini. Alasannya adalah saya kehabisan ide mau download film apalagi. Kebetulan ketika saya bermain-main ke situs film pak tani, saya melihat judul film terbaru ini sedang menjadi trend. Padahal saya agak kurang suka dengan pemeran utamanya, Denzel Washington. Beberapa kali nonton film si Denzel ini seperti Safe House, Inside Man dan The Manchurian Candidate, selalu berakhir dengan posisi saya bengong karena kelewat tegang atau agak membuat saya berfikir. Anyway, menurut IMDB, film The Equalizer ini adalah satu-satunya film Denzel Washington di tahun 2014. Jadi dengan asumsi doi adalah orang yang selektif memilih tawaran bermain film, harusnya film ini memiliki sesuatu yang sangat menarik!

Selain Denzel Washington, ada sederet nama lain yang pernah terlibat film-film besar. Sebut saja seperti Marton Csokas (Lord of The Ring, Sin City), Chloë Grace Moretz (Kick Ass, If I Stay) dan juga David Harbour (Brokeback Mountain, A Walk Among the Tombstones). Film yang diperkirakan menghabiskan dana sebesar $55juta ini ternyata juga memperoleh nilai 7.4/10 di IMDB. Sebuah skor yang terbilang cukup tinggi bagi penikmat dan kritikus film. Lalu bagaimana review cerita film The Equalizer ini?

review cerita film the equalizer

Cerita Film The Equalizer (2014)

Robert McCall (Denzel Washington) adalah warga biasa yang bekerja di sebuah supermarket untuk perlengkapan pertukangan dan rumah. Dari awal cerita film, terlihat bahwa McCall adalah orang yang sangat presisi dengan waktu dan disiplin. Di tempat kerja dan lingkungannya, McCall juga orang yang ramah dan senang membantu orang lain. Salah satunya adalah Ralphie (Johnny Skourtis) yang meminta McCall untuk mendukungnya dalam upaya Ralphie untuk menjadi seorang security di supermarket tersebut.

Dalam kesehariannya, McCall sulit untuk tidur pada malam hari. Maka dari itu, dia memiliki kebiasaan menghabiskan malam di kedai kecil sambil minum teh dan membaca buku. Di kedai ini kemudian dia berkenalan dengan seorang gadis rusia yang bekerja sebagai wanita penghibur bernama Teri atau Alina (Chloë Grace Moretz). Perkenalannya dengan Alina membuat McCall menjadi lebih dekat dan saling mengenal antar keduanya. Hal ini pula yang kemudian membuat McCall mengetahui masalah-masalah yang dihadapi oleh Alina. Karena sifatnya yang memang suka menolong, maka McCall berusaha untuk menolong melepaskan Alina dari masalahnya.

Usaha McCall untuk menolong Alina ternyata membawanya ke masalah yang lebih besar. Bos Alina tersebut ternyata kaki tangan dari mafia rusia yang sangat berpengaruh. Bos besar dari mafia yang merasa tidak senang karena urusannya dicampuri McCall akhirnya mengirim orang khusus untuk memburu McCall. Tapi ternyata ini tidak menjadi hal yang mudah karena McCall ternyata bukan orang biasa. Dia menyimpan sebuah misteri besar yang membuat orang lain penasaran tentang siapa dia sebenarnya!

Aksi “One Man Show” Denzel Washington semakin kuat ketika masalah demi masalah dan aksi pertarungan mulai hadir di film ini. Dan berbeda dengan film aksi – kriminal bergenre mafia lainnya, disini Denzel selaku pemeran utama justru tidak menggunakan senjata api dalam pertempuran. Cara Denzel bertempur dengan akurat, serta menghabisi musuhnya dengan sadis membuat film ini semakin menegangkan saja.

Sebagai sebuah film action trhiller, film ini bisa dibilang benar-benar membuat saya menjadi tegang. Bahkan saat duduk di kursi santai sekalipun, saya tetap merasakan kurang tenang menunggu aksi-aksi berikutnya. Alur ceritanya meski tidak terlalu berat, namun ternyata tidak bisa dibilang ringan juga. Karena sampai film berakhir, saya masih bengong dan penasaran tentang misteri tentang jati diri McCall tersebut.

Overall, film ini sangat layak ditonton untuk penikmat film aksi, thriller, crime yang dibumbui pembunuhan sadis tanpa embel-embel romansa percintaan. Sangat tidak heran rasanya jika penonton di IMDB memberikan skor yang terbilang cukup tinggi. Bahkan secara pribadi, saya akan memberikan skor film The Equalizer ini 7.8/10. Bravo!!

Tulisan Lainnya

Entourage (2015) Penggemar serial TV luar mungkin tidak asing dengan judul serial Entourage. Drama seri ini memang sudah mencuri perhatian dan sukses terus dalam penay...
Film Love Actually (2003), Because Love is All Aro... Sinopsis Film Love Actually adalah film yang menceritakan tentang kisah cinta dari beberapa pemain. Seorang perdana menteri muda yang mempunyai asiste...
10 Film Box Office Paling Ditunggu Di 2016 Film Box Office 2016 - Di penghujung tahun 2015 ini, beberapa judul film box office sudah siap dirilis. Diantaranya yang mungkin paling dinanti adalah...
Resensi Film : Don Jon (2013) Sudah cukup lama saya tidak membuat post resensi tentang film. Sebenarnya beberapa waktu lalu saya sudah menonton film The Hunger Games : Catching Fir...

Leave a Reply

badge