Review Penggunaan Xiaomi Mi Band Indonesia

Setelah sekitar satu minggu menggunakan Xiaomi Mi Band, akhirnya saya memutuskan untuk membuat review Mi Band ini. Agak lama juga dari sejak saya beli, terima barang dan sekarang mau nulis tentang gelang kecil tapi fungsional ini. Soalnya saya mau menguji dulu beberapa fungsi fitness tracker murah dari koleksi Xiaomi ini. Dan setelah agak puas memakainya, sekarang giliran berbagi cerita.

Saya membeli gelang Xiaomi Mi Band ini di situs resmi Mi Indonesia saat gelaran flash sale tanggal 15 Mei 2015 lalu. Harganya tentu harga resmi, 225 ribu rupiah dan gratis ongkos kirim. Untuk pembayaran, saya memilih Cash on Delivery (COD) karena ternyata saya kesulitan melakukan pembayaran dengan internet banking. Ternyata untuk pengiriman juga tidak terlalu lama. Hari Senin sore tanggal 18 Mei 2015 kurir RPX sudah sampai di depan kos-kosan mengantarkan paket pembelian saya tersebut.

Bentuk Gelang Xiaomi Mi Band Indonesia

Unboxing Xiaomi Mi Band Indonesia

Berbeda dengan review yang sudah saya baca-baca sebelumnya, ternyata kotak paket yang saya terima cukup besar. Saya sampai berharap ada salah kirim dan saya mendapatkan Xiaomi Mi4i. Tapi begitu kotak dibuka, ternyata isinya kotak kecil Mi Band yang dibungkus dengan bubble wrap serta satu lembar nota pembelian. Kotak Mi Band sendiri khas produk Xiaomi lainnya, kecil, kuat, sederhana dan coklat. Kotak Mi Band tersebut juga masih dibungkus dengan plastik segel.

Saat dibuka, ternyata kotak kecil tersebut berisi: 1 unit chip Mi Band, 1 gelang Mi Band warna hitam, 1 kabel charger khusus dan 1 note manual berbahasa Indonesia. Dan ternyata chip Mi Band itu sendiri tidak sekecil yang saya bayangkan, walau enggak besar-besar amat juga. Untuk gelangnya sendiri berwarna hitam dop dan bahannya lembut. Tidak keras, tapi tidak mudah melar juga sepertinya. Untuk foto-foto unboxingnya, saya sertakan di galeri gambar di bawah. Sebenarnya ada videonya juga, tapi belum sempat saya unggah ke YouTube.

Review Xiaomi Mi Band Indonesia

Kali ini saya tidak akan membicarakan tentang fitur-fitur yang dimiliki oleh Xiaomi Mi Band. Soalnya hal tersebut pernah saya bahas di postingan tentang Spek dan Fitur Xiaomi Mi Band. Review yang saya buat sebatas dengan kemampuan dan pengalaman saya selama penggunaan saja.

Karena belum memiliki hape Xiaomi, maka saya menggunakan hape Oneplus One untuk diinstal aplikasi Mi Fit dan dipasangkan dengan Mi Band ini. Selesai instalasi dan login dengan Mi Account yang sudah saya buat, aplikasi secara otomatis meminta akses untuk menhidupkan bluetooth dan mencari Mi Band untuk di pairing. Uniknya, pairing selalu gagal ketika saya meletakkan Mi Band di sebelah ponsel. Namun begitu Mi Band saya pasangkan di pergelangan, pairing langsung berjalan sukses!

Selesai melakukan pairing, saya langsung membuat beberapa settingan pada aplikasi Mi Fit. Diantaranya adalah alarm dan target aktifitas. Sementara untuk pemberitahuan telepon dan notifikasi tidak saya aktifkan. Tapi saya pernah mencoba untuk keduanya, pemberitahuan telepon masuk sukses membuat Mi Band bergetar sebagai notifikasi pada saya. Sedangkan untuk pemberitahuan adanya notifikasi, entah kenapa Mi Band tidak merespon ketika ada chat, email atau SMS yang masuk. Mungkin fitur ini hanya untuk OS MIUI.

Aplikasi fitness tracking yang menjadi fitur utama di Mi Band ini menurut saya cukup baik. Walau saya sendiri sedikit meragukan akurasi, khususnya di bagian pembakaran kalori. Hal ini dikarenakan Mi Band sepertinya hanya membaca pembakaran kalori yang terjadi pada aktifitas berjalan, jogging, lari atau jalan di tempat. Sementara aktifitas macam push-up, sit-up, plank dan lain yang tidak terkait ‘jalan’ tadi tidak terbaca dengan baik. Sebenarnya saya punya rencana ingin menguji dengan skipping, tapi belum sempat juga. Tapi hal itu bukan masalah besar, karena olahraga yang saya lebih sering lakukan adalah jogging atau lari. Jadi Mi Band mengcover kebutuhan saya dengan sangat baik!

Fitur sleep tracker yang dimiliki juga menurut saya menarik. Gelang ini akan secara otomatis mencatat jam kita mulai terlelap hingga kita benar-benar bangun. Kemudian, dari catatan tersebut kita bisa melihat berapa lama kita benar-benar tidur nyenyak (deep sleep) dan di jam berapa saja. Tapi fitur ini enggak akan jalan untuk jam tidur siang kita, entah kenapa. Dan entah bug atau memang tidak tercatat, saya sering terbangun untuk buang air kecil baru kemudian melanjutkan tidur. Tapi entah kenapa waktu dari “awake for” dari sleep tracker tersebut selalu menunjukkan angka 0.

Banyak yang bilang sistem alarm Mi Band agak kurang bermanfaat, khususnya untuk yang tidurnya kebo-guling. Tapi untuk saya, alarm getar yang dimiliki Mi Band justru sangat membantu membuat saya terbangun. Uniknya, kalau kita kita sudah bangun dan masih malas-malasan di kasur, Mi Band ini akan terus bergetar setiap beberapa menit. Untuk menonaktifkan secara total, kita harus bangun dan bergerak atau mengetuk chip Mi Band dua kali secara perlahan.

Setelah satu minggu penggunaan, saya mulai merasa semakin nyaman dengan gelang Mi Band ini. Hanya saja untuk fitur anti-air yang dimiliki, saya belum pernah membawa Mi Band ini mandi. Saya khawatir ada kamera tersembunyi. Bukan itu kok. Tapi IP67 hanya menjamin alat ini tahan dengan air HINGGA kedalaman 1 meter saja. Jadi saya asumsikan, kalau sebatas kena hujan, keringat, cuci piring atau wudhu mungkin masih aman. Tapi kalau sampai diguyur air bertekanan, saya rada takut juga. Jadi mending cari aman saja deh.

Overall, Mi Band ini merupakan fitness tracker yang sepertinya bisa direkomendasikan untuk kamu yang pengen tahu catatan aktifitas harian atau hobi olahraga jogging. Memang sih fiturnya enggak selengkap dengan fitness tracker lain yang mampu mengukur dengan tepat semua aktifitas kita. Tapi dengan harga yang sangat terjangkau, Xiaomi Mi Band jelas best buy for the price!!

Tulisan Lainnya

Modem Wifi BOLT Aquila, Buka Kotak dan Review Sing... Mifi BOLT Aquila - Beberapa bulan lalu saya sempat membeli dan menuliskan tentang Mifi XL GO. Sebenarnya tidak ada masalah dengan modem yang saya beli...
Review: Xiaomi Bluetooth Gamepad – Indonesia Beberapa waktu lalu, saya pernah menulis kalau saya lagi kepingin punya gamepad baru. Alasannya karena memang kebetulan gamepad Logitech F510 saya hil...
Membandingkan Xiaomi Note dan Himax Polymer Octa Untuk orang yang senang memburu ponsel murah dengan spek gahar, pasti lagi demen dengan yang namanya prosesor delapan inti atau octa-core. Memang belu...
Menunggu Kehadiran Smartphone Android Xiaomi di In... Mungkin hanya sedikit orang yang tahu merk smartphone Xiaomi. Beberapa teman saya malah langsung bingung begitu mendengar merk ponsel asal China ini. ...

8 Comments

  1. Ray Wijaya
  2. alif
  3. Nungky

Leave a Reply

badge