Review Film Whiplash (2014), Cerita Tentang Mengejar Mimpi

Mungkin film yang menceritakan tentang perjalanan mengejar mimpi atau cita-cita bukanlah sebuah hal yang baru. Tapi jarang ada film yang berhasil menyajikan cerita klise tersebut dengan sangat menarik, tidak membosankan, serta dipadukan dengan aspek-aspek lain yang bisa menarik perhatian penonton. Salah satunya adalah menggabungkan cerita yang menarik, akting yang memukau dan ditambah dengan musik yang hebat.

Tapi rupanya hari ini saya baru menemukan dan menonton film yang berhasil menggabungkan semua unsur tersebut. Film ini berjudul Whiplash, yang rilis pada akhir tahun 2014 lalu. Saya sendiri sebenarnya dapat info soal film Whiplash ini dan file downloadnya dari teman.

Cerita film Whiplash dibuat oleh Damien Chazelle. Tak cukup disitu, Damien Chazzele juga langsung berperan sebagai director dalam produksi film yang kabarnya menelan biaya di kisaran 3 juta dollar ini. Untuk pemeran, saya sendiri hanya mengenali Miles Teller yang bermain dalam film That Awkward Moment. Selain itu, ada juga J.K. Simmons yang main di film Spiderman trilogy, Melissa Benoist dan Paul Reiser.

review cerita film whiplash

Review Cerita Film Whiplash

Andrew Neyman (Miles Teller) adalah seorang pemain drum dan juga siswa tingkat pertama di Shaffer Conservatory, sebuah sekolah musik terbaik di kota tempat Neyman tinggal. Disini, Neyman belajar untuk dapat menjadi pemain drum terbaik dan berusaha menarik perhatian Terence Fletcher (J. K. Simmons). Fletcher sendiri adalah seorang konduktor ternama yang ada di Shaffer Conservatory.

Usaha keras Neyman ternyata membuahkan hasil. Fletcher akhirnya melirik kemampuannya dan menariknya sebagai pemain drum cadangan di grup jazz Shaffer yang dipimpin dan dilatih langsung oleh Fletcher. Hingga akhirnya muncul insiden, yang menyebabkan Neyman menjadi pemain utama dalam grup tersebut.

Sayangnya, terlalu dini jika keberhasilan langsung muncul di awal film. Emosi justru mulai muncul di pertengahan film saat Neyman menjadi pemain drum utama. Keberadaan Fletcher sebagai pelatih berhasil membuat film ini memancing emosi penonton. Metode pelatihan yang diberikan Fletcher benar-benar menguras keringat, airmata dan darah. Mungkin terdengar berlebihan, tapi dalam arti sesungguhnya, siapa sangka kalau Neyman harus berlatih dan bermain drum hingga berdarah-darah untuk dapat mengejar mimpinya sebagai pemain drum kelas dunia.

Seperti yang sudah saya bilang, cerita film yang bertema from zero to hero mungkin sudah banyak. Tapi film Whiplash berhasil memadukan banyak aspek yang menjadikan sebuah film dapat menjadi begitu menarik. Miles Teller yang memerankan Neyman berhasil memerankan dan memberikan bayangan bagi penonton, bagaimana pengorbanan yang harus dilakukan untuk dapat merealisasikan mimpi kita. Namun di sisi berlawanan, keberadaan JK Simmons yang memerankan Fletcher, seorang guru musik senior yang sangat keras dalam mendidik berhasil memancing-mancing emosi penonton. Metode didikannya seperti dua sisi mata pedang, yang dapat melecut semangat seseorang untuk lebih maju, atau sebaliknya justru menghabisi mimpi orang yang tidak berniat untuk maju.

Film Whiplash ini sendiri memperoleh nilai yang cukup tinggi di IMDB, 8.6/10. Namun hal ini sepertinya bukan tanpa alasan. Unsur musikalitas yang disajikan dalam film juga benar-benar menghibur. Tak jarang saya ikut menggoyangkan kaki atau tangan mengikuti musik yang sedang dimainkan. Untuk saya sendiri, mungkin saya (secara subjektif) akan memberikan nilai 8.4/10. Great movie with wonderfull music!

Tulisan Lainnya

Review Film TMNT (2014), Ketika Kura-Kura Ninja Be... Untuk anak-anak ABG yang besar di era 2000-an, mungkin kurang familiar dengan istilah Teenage Mutant Ninja Turtles (TMNT). Iya, kalau anak 90-an pasti...
Chappie (2015) Hollywood kembali mengangkat cerita sci-fi tentang pemanfaatan teknologi robot untuk membantu memudahkan hidup manusia. Kali ini, robot-robot tersebut...
Film Let’s Be Cops (2014), Komedi Berbalut A... Pertama, gue masih takjub sama judul postingan yang gue buat ini. Kesannya kok udah kayak situs review film kelas wahid, cuma emang dengan dramatisasi...
Review Film Oculus (2013) : Film Horor Yang Kurang... Film horor adalah salah satu genre film yang tidak saya sukai. Alasannya sederhana, saya kurang dapat menikmati sesuatu hal yang seharusnya masuk kate...

Leave a Reply

badge