Review Film: SPECTRE (2015)

Review Film – Cukup besar tantangan yang harus dihadapi para bintang film maupun sutradara ketika harus membuat sebuah film dengan franchise yang sudah terlalu besar. Mungkin itu yang dihadapi Sam Mendes Cs ketika akan membuat sequel film James Bond berjudul Spectre ini. Sukses film agen 007 di seri terakhirnya yang lalu, Skyfall, jelas bukanlah hal yang mudah untuk dilampaui. Bisa dibilang saat membuat film Skyfall, Sam Mendes sudah menunjukkan semua hal yang menjadi daya tarik dari sebuah film action mata-mata ini.

Tapi sutradara yang juga sukses lewat film Jarhead dan Away We Go ini sekali lagi menunjukkan kelasnya. Tak hanya membuat penonton terkagum-kagum dengan aksi menawan dan pertempuran yang disuguhkan, tapi juga membuka mata penonton tentang banyaknya misteri di kehidupan Bond. Dan berikut ini sedikit review film Spectre versi saya.

Review Cerita Film Spectre Indonesia Terbaru 2015

The Bond
Aktor Agen 007, James Bond ini masih diperankan oleh Daniel Craig. Dan seperti pada film-film Bond versi Craig sebelumnya, si Agen 007 ini masih tampil dengan sosoknya yang gagah, cerdas dan sekaligus grasa-grusu. Mungkin karakter dan ketangguhannya cukup meningatkan akan sosok Ethan Hunt dari Mission Impossible. Hanya saja, Bond lebih bergaya elegan.

Enggak ada yang salah dan kurang dari penampilan Daniel Craig di film Spectre ini. Meski saat kemunculan pertamanya sebagai Bond di Casino Royale sangat bertolak belakang dibanding pendahulunya, tapi semakin ke belakang sosok Craig rasanya semakin menghidupkan kesan film action pada franchise James Bond ini.

The Bond Girls
Film James Bond selalu identik dengan nama-nama wanita cantik. Sederet nama besar sudah pernah terlibat dalam pembuatan franchise film spionase terbesar ini. Di film Spectre ini, ada dua nama wanita cantik yang terlibat. Mereka adalah Monica Bellucci dan Lea Seydoux.

Lea Seydoux Bond Girls in Spectre

Dari poster resmi yang beredar, tak perlu dijelaskan lagi siapa yang menjadi the real bond girls di film Spectre. Penampilan Lea Seydoux sukses membuat penonton terhipnotis untuk tetap menatap layar bioskop di setiap kemunculannya. Atau lebih tepat, di setiap kemunculannya dengan pakaian yang kurang bahan. Garis mukanya yang memang terlihat sedikit angkuh dan dingin, sangat cocok dengan peran yang dimainkannya sebagai gadis dengan banyak rahasia.

The Action
Seperti yang saya bilang tadi, Sam Mendes cs sudah bekerja habis-habisan di seri Skyfall. Segala macam pertarungan, kejutan hingga ledakan muncul saat itu. Bahkan twist dengan kemunculan villain yang cerdas juga membuat penonton terkagum-kagum.

Meski di film ini tidak ada kereta yang terjun menerjang Bond, tapi harus diakui aksi yang dihadirkan juga tidak kalah seru. Meski porsi actionnya mungkin hanya sekitar 50 atau 60 persen saja, tapi sepanjang itu pula kita diajak untuk merasakan thriller effects dari sebuah film action. Rasanya tidak berlebihan kalau saya bilang, penonton menjadi lebih aware dan berjaga-jaga untuk kejutan yang bisa muncul kapan saja. Saya malah tanpa sadar dengan suksesnya menggenggam cemilan saya terlalu kuat…hingga remuk dan tak bisa dimakan.

The Story and Twist
Hmm, agak bingung menceritakan sinopsis film Spectre tanpa membuatnya terlihat seperti spoiler. Intinya, Bond melakukan investigasi seperti biasa yang ia lakukan. Maksudnya di sini, Bond melakukan tanpa menuruti instruksi yang ia terima. Hal ini menjadi masalah besar, karena di saat bersamaan dunia intelijen sedang menghadapi revolusi besar-besaran. Kedua hal tersebut membuat keberadaan MI6 dan Bond terancam untuk ditutup dan tidak diakui keberadaanya.

Cerita film Spectre sendiri ditulis oleh kolaborasi 3 orang penulis film yang sudah beberapa kali terlibat pada pembuatan film Bond. Setelah seri SkyFall yang villain-nya memang cukup mengejutkan, kali ini Bond kembali menghadapi musuh yang tak kalah mengejutkan. Efek kejut dengan kalimat “oh…ternyata…” itu benar-benar muncul di tengah film saat megetahui sosok siapa yang tengah dihadapi oleh Bond kali ini!

The Others
Film James Bond Spectre ini juga masih menghadirkan muka-muka lama dari seri sebelumnya. Sebut saja diantaranya si jenius Q dan Naomi Haris yang memainkan peran sebagai Moneypenny. Faktor lain yang selalu menarik perhatian di setiap seri James Bond tentu saja keberadaan mobil keren yang dipakai (dan dihancurkan) Bond. Kali ini mobil yang tampil adalah Aston Martin DB10 yang saat ini hanya ada beberapa unit di dunia. Dan salah satunya sudah sah dimiliki oleh salah satu warga Republik Indonesia.

Selain itu, film ini juga diisi dengan sentuhan joke khas film mata-mata yang sukses membuat penonton tertawa lepas. Terakhir, mungkin adegan eksplisit yang mungkin kurang cocok ditonton anak di bawah umur tanpa pengawasan. Bukan adegan bunuh-bunuhan yang saya maksudkan, tapi adegan antara si Bond dan Bond Girls itu loh…

Conclusion
Overall, sebagai sebuah penutup dari seri Bond versi Craig, harus saya akui kalau ini mungkin menjadi versi puncak dari ketangguhan seorang Bond. Cerita yang dimulai dari seri pertama Craig sebagai Bond yang brutal di Casino Royale, lanjut ke Quantum of Solace dan tampil dengan cerita menggugah di Skyfall, hingga akhirnya ditutup dengan manis di film Spectre ini. Rasanya, tak berlebihan jika saya melalui blog iKurniawan menilai film berdurasi 148 menit ini dengan skor 8.0/10, dan sekaligus mengucapkan Thank You Daniel ‘007’ Craig for great long movie run!

Tulisan Lainnya

Guardians Of The Galaxy (2014) Film berjenis sci-fi dengan tema-tema luar angkasa sebenarnya bukan favorit buat saya. Maka jangan heran ketika teman saya bertanya "kamu lebih suka S...
Ted 2 (2015) Kita tentu masih ingat tentang bagaimana sebuah boneka Teddy Bear menjadi hidup sekitar tiga tahun lalu dalam sebuah film berjudul Ted (2012). Film ya...
Review Film: Allegiant (2016) Review Film: Setelah menunggu sekitar setengah tahun dari seri Divergent Series: Insurgent yang lalu, akhirya seri ketiga dengan judul Allegiant muncu...
Review Film Chef (2014) Lama liburan kuliah, ternyata saya juga lama libur download dan nonton film terbaru. Alasannya sih lumayan banyak, mulai dari enggak ada akses interne...

2 Comments

Leave a Reply