Review Film : Godzilla (2014), Remake Atau Reboot?

Kalau kita bicara soal Godzilla, pasti kita semua setuju dengan film yang dirilis pada tahun 1998. Film Godzilla itu menceritakan tentang monster atau dinosaurus raksasa yang merupakan hasil radiasi percobaan nuklir. Endingnya, sang monster Godzilla mengamuk di tengah kota hingga akhirnya tewas oleh serangan militer.

Namun ternyata film Godzilla 2014 ini berbeda dengan bayangan nama besar Godzilla yang sudah difilmkan pada tahun 1998. Untuk penggemar film, mungkin nama Godzilla sudah lebih dikenal jauh sebelum versi 1998. Yaps, ternyata nama Godzilla pertama kali dikenalkan sejak tahun 1954. Dan kali ini, saya akan mencoba membuat review film Godzilla yang baru saja saya tonton tadi sore.

cerita film terbaru godzilla

Sinopsis Cerita Film Godzilla 2014

Film ini menceritakan tentang sebuah ‘legenda’ tentang monster besar yang secara rahasia ditangani oleh divisi khusus. Hingga akhirnya Dr Serizawa dipanggil oleh tim yang sedang menggali tambang. Mereka menemukan fosil raksasa di lokasi penggalian, dan ternyata penggalian tersebut telah membangkitkan salah satu telur yang ada di dekat fosil tersebut.

Sementara jauh dari lokasi penambangan, sebuah reaktor nuklir mendadak mengalami gempa yang sangat jarang terjadi. Gempa tersebut kemudian menghancurkan reaktor dan memakan banyak korban. Meski pemerintah mengabarkan itu adalah sebuah bencana alam, namun Joe Brody tidak percaya dan terus melakukan penelitian hingga 15 tahun kemudian.

Setelah 15 tahun kemudian terungkap, bahwa ternyata yang menyebabkan hancurnya reaktor nuklir adalah monster yang hidup dengan memakan radiasi nuklir yang disebut MUTO. Ternyata, MUTO ini juga memiliki pasangan yang sedang ingin bertelur. Munculnya dua monster besar ini kemudian masih ditambah dengan monster legenda yang dipercaya Serizawa merupakan sang penyeimbang alam, yaitu Gojira (Godzilla).

Review Film Godzilla 2014

Sebelum saya menonton film ini, saya mengira film ini adalah remake dari versi 1998 dengan penambahan efek dan alur cerita yang lebih menarik. Ternyata saya salah besar, film ini memiliki alur cerita yang jauh berbeda walaupun masih bercerita tentang monster besar. Namun untuk memahami alur cerita ini, saya harus menunggu dengan sabar hingga nyaris ke pertengahan film. Di awal, jujur saja saya cukup kebingungan mengikuti alur cerita.

Secara keseluruhan, film ini menyajikan banyak aksi dan ledakan yang sangat seru. Disamping itu, cerita yang disajikan juga lebih ke sisi manusia sebagai pemeran yang mengarahkan cerita. Tidak melulu soal monster. Bisa dibilang, film ini menceritakan perjuangan manusia untuk bertahan hidup saat terjadi masalah yang sangat besar dan memaksa mereka untuk berjuang.

Meski bertajuk dengan monster yang dalam visualnya sangat mengingatkan saya dengan film Ultraman, rasanya film ini masih kurang cocok untuk film keluarga jika anda memiliki anak berusia kurang dari 10 tahun. Alur ceritanya akan sulit untuk mereka pahami. Kecuali objektifnya hanya ingin melihat monster di film yang berkelahi, maka anda bisa mengajak keluarga untuk menonton film ini di akhir pekan.

Tulisan Lainnya

Hotel Transylvania 2 (2015) Film Hotel Transylvania yang dirilis pada tahun 2012 lalu mungkin terbilang kurang booming. Dibandingkan film animasi lain seperti Frozen, Wreck-it Ra...
50/50 (2011), Cerita Menyentuh Tentang Melawan Kan... Joseph Gordon-Levitt mungkin bisa dibilang sebagai salah seorang aktor yang mampu memerankan tokoh dalam film dengan karakter yang khas. Beberapa pera...
Review Film: Allegiant (2016) Review Film: Setelah menunggu sekitar setengah tahun dari seri Divergent Series: Insurgent yang lalu, akhirya seri ketiga dengan judul Allegiant muncu...
Film Let’s Be Cops (2014), Komedi Berbalut A... Pertama, gue masih takjub sama judul postingan yang gue buat ini. Kesannya kok udah kayak situs review film kelas wahid, cuma emang dengan dramatisasi...

One Response

Leave a Reply

badge