Ted 2 (2015)

Kita tentu masih ingat tentang bagaimana sebuah boneka Teddy Bear menjadi hidup sekitar tiga tahun lalu dalam sebuah film berjudul Ted (2012). Film yang dibintangi oleh Mark Wahlberg dan Mila Kunis itu bisa dibilang menuai sukses besar. Mungkin saat itu, film Ted adalah film tentang persahabatan dan komedi yang cukup sukses dan meraih banyak penonton plus penggemar.

Enggak perlu waktu lama rupanya, sejak pertengahan 2014 lalu gembar-gembor tentang sequel film Ted ini memang sudah cukup ramai. Dan pertengahan 2015 ini, Universal Pictures akhirnya membawa kembali sukses Ted ke layar lebar. Bedanya, kali ini Mila Kunis rupanya absen dan keluar dari plot cerita yang sudah pernah dibangun. Praktis, Seth MacFarlane harus merubah plot cerita dan sedikit menjelaskan tentang perubahan cerita tersebut.

Download Film Terbaru Ted 2 Bahasa Indonesia

Review Cerita Film Ted 2

Seperti yang dituliskan di atas, sepanjang awal film kita akan melihat usaha MacFarlane untuk membangun ulang plot cerita. Ted yang memang berpacaran dengan Tami-Lynn (Jessica Barth) akhirnya memutuskan untuk menikah. Sementara John Bennet (Mark Wahlberg) sebagai sahabat, terus mendukung agar pernikahan mereka dapat awet dan bertahan lama. Sampai titik ini, cerita film Ted 2 yang sesungguhnya masih belum dimulai. Karena ini benar-benar masih permulaan.

Menariknya, dalam film yang biasanya memiliki cerita cukup santai, film Ted 2 justru memasukkan banyak konflik yang tetap berkaitan satu dengan yang lainnya. Disaat Ted mulai memperjuangkan haknya sebagai ‘manusia’, maka disaat yang sama pula ada pihak yang berusaha ingin menguasai Ted karena kepentingan tertentu. Dan diluar itu, kehadiran pengacara cantik Samantha (Amanda Seyfried) seperti melengkapi cerita yang dipilih untuk mendampingi Bennet. Sayangnya, saya sempat beranggapan bahwa konflik akan semakin pelik saat mereka menemukan perkebunan ganja kualitas tinggi. Sayang, sepertinya itu hanya pelengkap cerita yang tidak ada kelanjutannya.

Film Terbaru TED 2 Bagus Enggak

Humor yang disajikan dalam film bergenre komedi ini masih humor yang sama dengan sebelumnya. Humor yang tajam, nyeleneh dan dipenuhi dengan kata-kata kotor. Kebodohan-kebodohan kedua sahabat ini, ditambah dengan beberapa kebodohan bersama si pengacara cantik itu juga sukses membuat saya tertawa lepas. Namun demikian, seingat saya tidak ada lagi adegan ‘dewasa’ yang ditunjukkan secara eksplisit. Dari sini jelas, meski memiliki pemeran utama seorang Teddy Bear, film ini memang tidak diperuntukkan bagi anak-anak.

Seperti pada film sebelumnya, film ini juga diwarnai dengan unsur cerita menyentuh yang melirik sisi humanis dari seorang Teddy Bear yang hidup. Setelah diajak tertawa sepanjang film, penonton kemudian seperti diajak bersimpati atas apa yang dialami oleh Thunder Buddy for Life ini. Dan kejutan-kejutan juga terus bermunculan dalam film, seperti kehadiran Liam Neeson di tempat kerja Ted misalnya.

Overall, film ini cukup menarik untuk ditonton bersama teman, sahabat atau pasangan. Kita dapat tertawa bersama, sekaligus mengambil beberapa pesan untuk diri kita sendiri. Namun saya tidak menyarankan film ini untuk dipilih sebagai film keluarga. Dan untuk film yang mengisi hari Senin siang saya hari ini, rasanya saya akan memberikan skor 6.8/10.

Tulisan Lainnya

Mad Max: Fury Road (2015) Untuk penggila film yang sudah melahap banyak judul film, kabarnya franchise film Mad Max bukanlah suatu hal yang baru. Dulu sekali, film ini terbilan...
Film The Voices (2015), Thriller-Crime Dengan Sent... Belakangan saya makin rajin mendownload dan nonton film-film yang diperankan sama Anna Kendrick. Setelah pertama kali jatuh hati di film Pitch Perfect...
Film Maze Runner (2014), Misteri Kehidupan Di Teng... Kurang lebih sepuluh hari liburan ke kota kelahiran, saya nyaris tidak menyentuh laptop, internet, tugas kuliah, apalagi sampai download dan nonton fi...
Film Let’s Be Cops (2014), Komedi Berbalut A... Pertama, gue masih takjub sama judul postingan yang gue buat ini. Kesannya kok udah kayak situs review film kelas wahid, cuma emang dengan dramatisasi...

Leave a Reply