Review Buku Mobil Bokap Gue, Halluna Hardianti

Saya adalah tipikal orang yang mengharapkan hiburan dari sebuah buku yang saya baca. Hiburan itu enggak berarti buku tersebut harus bisa membuat saya tertawa. Selama saya tertarik untuk membalik halaman dan melanjutkan membaca, itu sudah bisa disebut sebagai hiburan. Seenggaknya itu menurut sudut pandang saya.

Beberapa waktu lalu, saya mencoba mencari bacaan baru untuk mengisi waktu luang di bulan Desember ini. Iya, saya punya sejenis project untuk melakukan 1 bulan 2 buku. Jadi saya memang sengaja mencari 2 buku untuk saya boyong dan bawa pulang. Di bulan Desember ini, awalnya saya ingin membeli rangkaian buku Naked Traveller. Tapi sampai toko buku, saya malah bingung karena banyaknya seri, sampai banyaknya warna untuk seri yang sama. Karena bingung, saya akhirnya memilih 2 buku lain. Salah satu buku yang saya bawa pulang adalah sebuah novel berjudul “Mobil, Bokap, Gue” tulisan Halluna Hardianti.

review buku mobil bokap gue

Judul : Mobil, Bokap, Gue

Kategori : Novel Remaja

No. ISBN : 9786029481693

Penulis : Halluna Hardianti

Penerbit : PlotPoint

Terbit : Juli 2014

Jumlah Halaman : 348 halaman

Harga : Rp.59.000,-

Buku ini menceritakan tentang seorang gadis remaja bernama Dinar yang baru menjadi bagian salah satu SMU tempat dia dan keluarga baru saja pindah. Di SMU yang baru ini, dan mungkin hampir di sebagian besar SMU, ada geng cewek yang berisi cewek-cewek populer yang menyebut diri mereka Geng Cantik. Dan keberadaan Dinar ternyata cukup diakui oleh anggota geng tersebut. Menyadari hal ini, Dinar pun akhirnya mencoba untuk dapat diterima secara penuh oleh anak-anak di Geng Cantik itu.

Masalah bermula ketika Dinar yang sangat ingin diterima menjadi anggota geng, akhirnya melakukan segala cara yang dibutuhkan. Termasuk berbohong. Hingga akhirnya Dinar keceplosan kalau dia bisa menyupir mobil yang disambut gembira oleh anak-anak geng cantik. Karena hal itu, Dinar akhirnya mau tak mau harus segera belajar mengendarai mobil dengan cepat. Si Ibu menyetujui hal tersebut, namun syaratnya : Dinar harus belajar mobil dengan ayahnya sendiri.

Sifat ayahnya yang menurut Dinar sangat galak, membuat Dinar harus memiliki cara lain untuk bisa belajar nyupir. Maka dari itu dia meminta Riko, teman sekelasnya, untuk mengajarinya menyupir. Dibalik sikapnya yang cuek dan terlihat kurang sopan, Riko ternyata menjadi guru yang baik sekaligus teman yang memberikan banyak pemikiran menakjubkan. Tapi kekaguman Dinar terhadap Riko itu belum cukup untuk membuat Dinar memalingkan kepala kalau melihat Bram, cowok populer di sekolah yang juga dekat dengan Geng Cantik. Bram ini kemudian yang akhirnya mengajari Dinar tentang bagaimana cara mengemudikan kendaraan dengan kebut di jalanan.

Secara keseluruhan, cerita novel ini memang benar-benar ada di segmen remaja. Jadi saya merasa agak terlalu uzur, tapi tetap saya nikmati juga sampai akhir cerita. Ceritanya ringan, tidak terlalu berat, walaupun jujur belum sampai setengah buku saya baca, saya sudah bisa menebak bagaimana ending ceritanya. Agak-agak mirip cerita film FTV sih. Tapi, tetap menarik menikmati bagaimana penulis membuat alur cerita dan menyisipkan pesan-pesan penting untuk para pembacanya. Sayangnya, dalam novel ini saya menemukan beberapa kesalahan dalam penulisan, atau typo. Masih bisa terbaca dan dipahami sih, tapi cukup mengganggu ketika kita sedang menikmati dengan santai tiba-tiba ada kesalahan penulisan yang mengajak berfikir untuk menerjemahkan maksud sebenarnya.

Anyway, ada beberapa menarik juga yang disematkan di sini. Salah satunya adalah ketika Dinar belajar mobil di jalan menanjak. Di buku diceritakan kalau saat di jalan menanjak, lepaskan kopling secara perlahan dan tidak perlu di gas. Nanti mobil berjalan dengan sendirinya. Padahal, kalau mobil manual di tanjakan lepas kopling perlahan, sepertinya tidak akan kuat untuk maju tanpa harus di gas. Mungkin penulis, atau editor, mengendarai mobil matic. Atau saya yang belum bisa nyupir ya?

Related Articles

1 thought on “Review Buku Mobil Bokap Gue, Halluna Hardianti”

  1. Wiiih. Udah lama euy saya gak baca buku remaja Mas. Ini keknya seru dibaca buat selingan. Saya cari dulu deh di aplikasi perpustakaan. Mihihihihi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *