Pengalaman Mencoba Hotel Transit Stasiun Gambir

Mungkin terdengar agak aneh, tapi saya adalah tipe orang yang memiliki kesenangan tersendiri kalau bisa menginap di hotel. Apalagi kalau hotelnya berbintang dan kelas atas, wuih rasanya kok ya enak banget. Mungkin karena hampir semua pengalaman saya menginap di hotel itu berlabel gratis a.k.a dalam rangka dinas. Kalau untuk biaya sendiri, rasanya kalau enggak kepepet banget, lebih milih menumpang di kos teman saja. Hehehe…

Namun karena kurang komunikasi dengan teman di Jakarta, kemarin saya lagi-lagi (terpaksa) merasakan tidur dan istirahat di kamar hotel. Kali ini bukan dalam rangka dinas dan bukan pula hotel berbintang, apalagi dalam rangka jalan-jalan. Hotel yang saya pilih ini juga tidak sengaja saya temukan saat mau ke toilet. Dan mungkin untuk pertama kalinya saya merasakan langsung yang dinamakan sebagai hotel transit atau hotel jam-jam – an.

Hotel ini namanya adalah Rail Transit Suite Gambir. Dari namanya saja sudah ketahuan kalau hotel ini terletak di daerah Gambir. Tepatnya, hotel ini terletak dalam area Stasiun Gambir, dan kalau tidak salah manajemennya juga masih berada di bawah PT KAI. Karena memang saya ada urusan di sekitaran Gambir, maka daripada saya menahan kantuk, mengeluarkan uang untuk mandi, kemudian masih harus keluar uang untuk sewa loker penitipan barang, rasanya lebih baik sekalian saja mencoba hotel yang rasanya terlihat minimalis ini.

Hal pertama yang saya lakukan saat masuk ke lobby hotel, jelas melihat price list terlebih dahulu. Dari brosur yang disediakan, hotel transit di Stasiun Gambir ini memiliki 3 jenis kamar. Single bed, double bed dan juga twin bed. Harganya juga berbeda-beda, tergantung kamar dan berapa jam kita akan menyewa. Untuk Single bed, harganya mulai 290 ribu untuk 6 jam, 350 ribu untuk 12 jam dan kalau tidak salah 400 ribu untuk 24 jam. Sementara untuk twin dan double bed harganya sedikit lebih mahal, kalau tidak salah selisihnya sekitar 50 ribuan dengan yang single bed.

Karena saya check-in jam 6 pagi dan kereta saya selanjutnya jam 7 malam, maka saya mengambil kamar single bed untuk 12 jam. Saya harus membayar 400 ribu rupiah, karena yang 50 ribu rupiah digunakan untuk deposit dan dikembalikan saat check out. Yang perlu dipersiapkan juga enggak banyak, cukup KTP saja. Selesai mengurus administrasi, saya langsung diantar ke kamar yang sudah dipesan. Ehm, perlu diingat, bukti bayar jangan sampai hilang. Nanti kita bisa kesulitan saat mau mengambil uang deposit yang 50 ribu itu.

Sampai ke kamar, saya agak kaget juga. Saya kira akan seperti kamar hotel biasa yang agak luas dan banyak perabotan. Namun rupanya kamar ini sangat minimalis dan simple. Dengan ukuran yang sepertinya 2 x 3 meter (atau 3,5 meter), desain ruangan harus saya akui cukup elegan dan berkelas. Dalam kamar single yang saya sewa, terdapat satu buah single bed, 1 TV LED / LCD yang dilengkapi TV Kabel (Usee TV), 1 buah AC, 1 set meja dan kursi, serta kamar mandi yang dilengkapi dengan air panas dan dingin.

Seperti yang lalu-lalu, enggak afdol rasanya kalau sudah di hotel tapi tidak mencoba semua fasilitasnya. Saya langsung mencoba layanan TV kabel yang disediakan. Sayangnya, banyak dari chanel yang ada tidak dapat di akses atau tidak berlangganan. Praktis hanya beberapa chanel lokal dan juga chanel yang kurang populer yang dapat ditonton. Hmmm, kurang menarik deh jadinya.

Lanjut ke fasilitas Wi-Fi, lagi-lagi saya harus kecewa karena koneksi Wi-Fi saat saya mencobanya tidak memiliki akses internet. Entah sedang gangguan, atau memang Wi-Fi yang ada tidak dilengkapi layanan internet. Untungnya beberapa fasilitas penting berfungsi sebagaimana mestinya. Misalkan saja AC yang berkondisi baik untuk menyejukkan ruangan, kasur yang nyaman plus selimut yang hangat dan juga air panas untuk mandi tidak ada kendala berarti. Yah, cukuplah untuk saya istirahat dan bersiap-siap menyelesaikan semua urusan hari itu.

Sedikit tips nih kalau kamu mau menggunakan layanan hotel Rail Transit Suite Gambir, coba lakukan reservasi terlebih dahulu. Sepertinya sih kamarnya sedikit, jadi supaya enggak kehabisan dan kecewa saat sampai. Selain itu, kalau bisa pilih kamar yang dekat dengan lobby. Bukan apa-apa, tapi hotel ini berada di bawah rel kereta api. Jadi kalau kereta lewat, rasanya seperti ada gemuruh mau hujan. Kata pelayannya waktu saya check-in, semakin ke dalam, jarak dengan rel semakin tipis, jadi semakin terasa gemuruhnya.

Overall, hotel transit di Stasiun Gambir ini bisa dijadikan pilihan untuk kamu yang mau melanjutkan perjalanan atau ada kepentingan di sekitar Jakarta Pusat tapi malas untuk keluar dari daerah Stasiun untuk mencari hotel. Mungkin tarifnya kalau dihitung-hitung relatif agak mahal sih. Tapi kalau kita butuh akses mudah untuk perjalanan berikutnya, entah ke Bandara, Damri ke Lampung atau menyesuaikan jadwal kereta api, maka hotel transit ini bisa jadi pilihan yang terbaik.

Tulisan Lainnya

Berburu Tiket Pesawat Murah Secara Online Tiket pesawat murah sekarang ini mungkin bukan sesuatu yang aneh lagi. Kalau dulu memang naik pesawat itu sesuatu yang terbilang mewah dan eksklusif, ...
Bepergian Naik Pesawat, Harus Tahu Hal Penting Ber... Pagi ini saya baru saja melihat satu lagi hal yang menarik ketika berada di kabin pesawat dan sedang mencari tempat duduk. Di lorong (isle?) barisan k...
Tiket Pesawat App Traveloka : Mudah dan Cepat   Traveloka meluncurkan aplikasi tiket pesawat baru-baru ini. Hal ini menjadi kabar baik bagi saya yang hobi traveling tapi tak suka ribet. Aplikasi ini...
Cetak Tiket Kereta Api Sendiri Dengan Mesin CTM Salah satu alasan orang membeli tiket perjalanan secara online, entah kereta ataupun pesawat, adalah karena malas untuk mengantri di loket pembelian t...

2 Comments

  1. ita
  2. Ria

Leave a Reply

badge