Menikmati Sedapnya Martabak Malabar Arham Di Kota Padang

Martabak Malabar Padang – Berkunjung ke Kota Padang, Sumatera Barat itu seperti datang ke sentra kuliner yang sangat khas. Bayangin coba, siapa yang enggak tahu enaknya menu-menu di restoran padang seperti rendang, gulai ayam dan ikan asampadeh?

Cuma karena kali ini saya berkunjung ke Padang dalam rangka tugas, saya enggak bisa terlalu banyak menargetkan untuk jalan-jalan dan menikmati tempat wisata di Kota Padang. Tapi setidaknya, saya harus mencicipi beberapa makanan khas Padang di kampung halamannya langsung.

Untuk yang belum pernah ke Padang, ternyata benar apa yang orang-orang bilang. Kita enggak akan bisa menemukan warung makan Padang di sekitaran Kota Padang. Kalaupun ada, sangat jarang sekali. Cuma itu soal penamaan saja. Karena yang namanya warung nasi di tiap sudut kota Padang, sudah pasti 90% menyajikan menu-menu khas masakan Padang dengan bumbu yang kuat dan rasa yang nikmat.

Untungnya di sela-sela tugas, saya sempat diajak makan siang di salah satu warung nasi favorit di Kota Padang. Kalau tidak salah namanya Kedai Nasi Pauh Piaman. Di sini saya mencicipi masakan padang favorit saya, ikan asampadeh. Rasanya pedes, asem dan sangat segar. Beda deh dengan yang biasa saya makan di warung padang umumnya. Sayangnya karena bareng rekan-rekan, saya enggak sempat mengambil gambar apapun di sini.

Malamnya, kami diajak untuk menikmati salah satu kuliner malam Kota Padang yang ternyata juga jadi tempat nongkrong anak-anak muda. Nama tempatnya Restoran Malabar Arham.

Kuliner Padang Martabak Malabar Arham

Dari alamat yang muncul di Google, Restoran Malabar Arham ini berada di Jalan Muhammad Husni Thamrin No. 1, Kota Padang. Kalau kamu datang siang hari, mungkin kamu akan melihat toko meubel atau kasur di lokasi ini. Karena memang restoran ini baru mulai buka setelah toko-toko tutup. Mungkin sekitar pukul 5 atau 6 sore.

Restoran Malabar Arham ini menyajikan banyak menu khas india (tolong koreksi kalau saya salah). Beberapa yang saya ingat adalah martabak telor, martabak malabar, roti canai, kare, sop, nasi goreng, nasi kebuli dan juga nasi briani. Tapi begitu saya turun dari mobil, aroma pertama yang saya rasakan adalah martabak telor kaya rempah nan menggoda.

Sesuai perkiraan saya, menu spesial di Restoran Malabar ini adalah martabak malabar spesial, maka saya memesan menu tersebut. Tanpa tahu apa itu martabak malabar. Untuk minum, saya memesan es teh tarik. Sejujurnya saya mau memesan teh telur yang semalaman itu saya lihat banyak sekali dijual di warung tenda pinggir jalan. Cuma khawatir tidak suka rasanya, saya urungkan saja.

Satu porsi martabak malabar spesial yang saya pesan datang bersama satu mangkok kecil cuka. Di mata dan lidah saya, martabak malabar ini mirip-mirip dengan martabak telur. Hanya saja dengan bumbu dan rempah yang lebih kuat, daging yang banyak dan roti martabak yang agak tebal. Mungkin mirip-mirip dengan roti canai kali ya.

Kuliner Martabak Malabar Arham Kota Padang

Rasa dari martabak malabar spesial ini benar-benar bikin enggak bisa berhenti ngunyah. Sekali suap, rasanya terus-terusan kurang. Apalagi ditambah cuka yang sedikit pedas. Satu porsi martabak sukses saya lahap tanpa sisa. Oh iya, untuk cukanya, agak berbeda dari cuka empek-empek yang sering saya makan di Lampung. Ini lebih encer. Jadi ada unsur segar ketika saya makan bersama potongan martabaknya!

Restoran Malabar Arham Kota Padang ini sepertinya tidak pernah sepi dari pengunjung. Saya lihat koki atau pekerjanya selalu memasak tanpa berhenti. Dan seperti restoran padang kebanyakan, koki di sini juga hampir semuanya laki-laki. Keren kan?

Untuk harga makanan di sini rasanya masih di garis normal dan enggak terlalu mahal. Maklum dibayarin, jadi enggak tahu harga.

Kalau kamu lagi di Kota Padang dan mau mencari jajanan atau makanan yang enak, penuh rempah dan buka sampai malam hari, rasanya kamu wajib untuk berkunjung ke Restoran Malabar Arham ini!

Tulisan Lainnya

Kuliner Surabaya: Special Belut Fresh, Manyar Kuliner Surabaya kali ini saya mau ngerekomendasiin salah satu tempat makan favorit di daerah Manyar, yaitu Special Belut Fresh. Saya dan teman-teman ...
Kuliner Surabaya – Bebek Palupi Rungkut Review Kuliner - Kemarin saya pernah menuliskan warung makan khas kuliner bebek yang baru membuka cabangnya di Bandar Lampung. Memang ada banyak refer...
Kuliner Bali : Warung Be Pasih, Tempat Makan Seafo... Warung Be Pasih : Salah satu kendala saat berkunjung ke Bali adalah pas cari makan. Tanpa bermaksud menyinggung buat yang non-muslim ya, tapi di Bali ...
Kuliner Surabaya – Master Steak Kedungdoro S... Kuliner Surabaya - Saya adalah tipe orang yang lebih menyukai makan daging dan ikan daripada makan sayuran dan buah. Sebenarnya kurang sehat sih, tapi...

4 Comments

  1. Hastira

Leave a Reply

badge