Memilih Air Radiator Coolant, Untuk Mesin Lebih Dingin

Radiator merupakan bagian penting dari sistem pendinginan yang digunakan pada mesin mobil. Air dari radiator akan mengalir memasuki sistem pendinginan yang ada di mesin, menyerap panas dan membawanya keluar lagi menuju radiator untuk didinginkan kembali.

Agar sistem pendinginan dapat berjalan maksimal, selain harus menjaga kondisi radiator agar jangan sampai bocor atau kurang air, ternyata jenis cairan yang kita masukkan ke dalam radiator juga sangat mempengaruhi sistem pendinginan mesin kendaraan kita. Sebelum mengetahui tentang hal ini, saya menggunakan air biasa untuk mengisi radiator mobil tua saya. Ternyata setelah saya bawa ke bengkel, saya baru tahu bahwa untuk memperoleh sistem pendinginan mesin yang maksimal, air yang digunakan untuk radiator sebaiknya cairan coolant khusus.

tips memilih air radiator coolant

Namun ada sedikit salah kaprah yang sering orang alami, termasuk juga saya. Air radiator coolant tidak dapat mendinginkan mesin, coolant hanya akan memperpanjang titik didih. Saya belum menemukan artikel yang cocok, namun logika saya dan tukang bengkel kemarin, air yang keluar dari mesin itu dalam kondisi mendidih. Jika titik didih tinggi (seperti coolant), berarti ketika di dalam mesin air tersebut akan menyerap lebih banyak panas sampai mencapai titik didih untuk dibawa keluar.

Titik didih cairan coolant juga berbeda-beda tergantung glycol yang ada di dalamnya. Misalkan glycol yang dimiliki adalah 10%, maka seharusnya titik didih dari cairan tersebut juga 10% lebih tinggi dari air. Atau menjadi 110 derajat celcius.

Selain air murni dan glycol, coolant juga biasanya mengandung pelumas khusus dan anti karat. Tujuannya adalah agar waterpump yang dilewati oleh coolant ini dapat lebih awet. Selain itu, anti karat berguna untuk menjaga kondisi radiator agar awet dan tidak cepat terkena korosi.

Terakhir yang perlu diketahui tentang air radiator coolant adalah warna cairan. Menurut beberapa pemilik dan pengelola bengkel, warna cairan coolant itu tidak berpengaruh apapun terhadap kinerjanya. Dasarnya setiap coolant adalah air murni dengan tambahan glycol, sedangkan warna cairan yang beragam itu adalah karena penggunaan pewarna saja. Tujuannya agar penampilan lebih menarik, tidak lebih.

Tulisan Lainnya

Datsun GO+ Panca, Mobil Murah Tipe MPV dari Nissan Masih inget dengan pencanangan program mobil murah (LCGC) beberapa waktu lalu kan? Salah satu pabrikan otomotif yang dipastikan ikut program ini adal...
Mesin Mobil Legendaris Dari Toyota Toyota memang bisa dibilang salah satu pabrikan otomotif ternama dari Jepang. Secara khusus, merk dagang Toyota sangat erat dengan pembuatan mesin dan...
Lancer SL, Mobil Sedan Retro Favorit dari Mitsubis... Lancer SL merupakan salah satu mobil sedan retro pilihan yang dipasarkan Mitsubishi di Indonesia sekitar tahun 1981 hingga 1984. Gosipnya, Mitsubishi ...
All New Toyota Yaris, Hanya Berubah Secara Model? Mobil Toyota Yaris mungkin bisa dibilang salah satu city car yang cukup laris karena bentuknya yang cukup menarik dan brand Toyota yang diusungnya. En...

2 Comments

  1. Ardhian. K

Leave a Reply