Mad Max: Fury Road (2015)

Untuk penggila film yang sudah melahap banyak judul film, kabarnya franchise film Mad Max bukanlah suatu hal yang baru. Dulu sekali, film ini terbilang film action yang sangat sukses dan menjadikan seorang Mel Gibson muda menjadi bintang yang memiliki karakter erat dengan tokoh Max di film ini. Jadi jangan heran, ketika sequelnya dibuat dengan teknologi yang lebih modern, maka banyak fans yang berharap akan mendapatkan sajian yang jauh lebih mengagumkan dibandingkan pendahulunya.

Sayangnya, saya bukanlah movie-maniac yang mengetahui sejarah itu semua. Bahkan, film Mad Max: Fury Road ini adalah seri pertama yang saya tonton. Itupun karena penasaran melihat skor yang tinggi dan review para penikmat film yang sepertinya sangat puas dengan hasil kerja George Miller yang membangunkan film aksi ini setelah tertidur lebih dari 30 tahun. Jadi setelah 2 jam saya terpaku di depan layar laptop, maka ini sedikit review film Mad Max dari kacamata saya sendiri.

Film Terbaru Mad Max Bahasa Indonesia

Review Cerita Film Mad Max: Fury Road (2015)

Di awal film, karakter tokoh Max Rockatansky (Tom Hardy) yang merupakan bagian dari judul film sudah cukup dijelaskan. Dia adalah seorang mantan polisi di era dunia belum kacau seperti yang sedang ia hadapi. Saat orang saling berkelompok untuk menguasai sumber daya yang tersisa, Max memilih untuk mengembara sendiri tanpa identitas. Efeknya, Max menjadi buruan dan ditangkap untuk dijadikan donor bagi War Boys.

War Boys sendiri adalah pasukan berani mati yang berada di bawah kuasa seorang Immortan Joe (Hugh Keays-Byrne) yang merupakan pimpinan sekaligus raja penguasa daerah Citadel. Hingga akhirnya seorang pengendara War Rig bernama Furiosa (Charlize Theron) melakukan hal yang membuat Immortan Joe marah besar dan mengerahkan pasukan untuk mengejarnya. Efeknya, kejar-kejaran dahsyat terjadi dan memberikan kesempatan untuk Max melepaskan diri dari tawanan War Boys.

Di awal film, saya sedikit kehilangan arah dengan pertanyaan-pertanyaan ini siapa, kenapa begini dan sejenisnya. Untungnya, secara perlahan semua pertanyaan itu juga mulai terjawab. Jadi meski saya tidak mengetahui film ini di zaman keemasannya dulu, rasanya tidak sulit untuk mengikuti film ini dari nol sekalipun. Alur cerita seperti mengalir dan memberikan penjelasan dengan sendirinya tentang setiap kejadian yang muncul.

Meski memiliki plot cerita yang cukup kuat, rasanya aksi yang dihadirkan merupakan kekuatan utama dari film Mad Max: Fury Road ini. Hadirnya ‘parade’ mobil dengan konsep yang unik-unik, atau disebut rig, membuat aksi kejar-kejaran diisi penuh dengan ledakan dan mobil-mobil yang hancur berantakan. Tak cuma itu, atraksi War Boys untuk menyerang konvoi juga terlihat seperti sirkus yang mematikan dan mengajak penonton untuk menahan nafas menunggu aksi selanjutnya.

Film Terbaru Mad Max Fury ROad Bagus Enggak

Mungkin kelemahan film ini justru dari pemeran utama yang muncul. Dengan judul Mad Max, peran penting justru dipegang oleh Furiosa. Karakter Max di film ini seperti kurang dialog atau aksi, dan hanya bertugas untuk membantu menyelesaikan misi Furiosa. Apalagi ditambah karakter Nux (Nicholas Hoult) yang juga memiliki peran penting sejak awal film dimulai. Keduanya seperti hadir untuk memperkuat cerita yang sedang dilakoni oleh Furiosa.

Overall, film Mad Max: Fury Road ini sepertinya sangat menarik untuk ditonton dan tentu saja ditunggu kelanjutannya. Aksi kejar-kejaran dan ledakan yang ditampilkan menjadikan film ini sangat menarik meski dibalut dengan cerita yang cukup ringan. Meski demikian, George Miller secara mengagumkan berhasil membuat plot cerita tetap berada di jalur action tanpa ada adegan klise cinta-cintaan antara pemeran cantik dan sang jagoan. Rasanya, saya akan memberikan skor 8.2/10 untuk film yang satu ini.

Tulisan Lainnya

Film Furious 7, A Tribute To Paul Walker Sinopsis film Furious 7, atau beberapa masih menyebutnya Fast and Furious 7 sepertinya enggak perlu saya ceritakan lagi. Di akhir seri Furious 6 sudah...
Nightcrawler (2014), Sisi Lain Tentang Membangun S... Minggu ini seperti movies marathon buat saya. Entah berapa judul film yang sudah saya unduh dan tonton dalam beberapa hari belakangan saja. Sayang, ke...
Review Film : Now You See Mee (2013) Liburan kemarin saya bisa dibilang enggak menyentuh laptop, internet dan sejenisnya. Saya bener - bener mencoba menciptakan 'quaility time' bareng ibu...
Rudderless (2014) Unik. Mungkin itu kesan yang saya dapat dari film kurang terkenal berjudul Rudderless ini. Dirilis tahun 2014, sampai sekarang bahkan tidak terlalu ba...

2 Comments

Leave a Reply