Hari Bumi, Apa Kontribusi Kita?

Hari ini 22 April, hari dimana sudah ditetapkan sebagai Hari Bumi Sedunia. Hari Bumi ditetapkan untuk meningkatkan kesadaran kita sebagai makhluk penghuni yang mendominasi Bumi, bahwa tempat tinggal kita ini sudah tua dan butuh perhatian lebih. Kalau nggak salah, lebih dari 175 negara yang merayakan hari bumi, dan dikoordinasikan oleh Jaringan Hari Bumi, atau Earth Day Network.

Pengukuhan adanya hari bumi tentu diharapkan memiliki manfaat, khususnya dalam pelestarian bumi. Organisasi yang bergerak di bidang kelestarian bumi jelas merasa bahwa usaha mereka juga mendapat dukungan dari rakyat dunia. Dari segala sisi, ini adalah hal yang positif. Namun muncul pertanyaan yang menyentil, kita sendiri sudah berbuat apa untuk bumi?

Sejujurnya, saya gak punya banyak kontribusi untuk Bumi. Saya tidak pernah mengikuti gerakan menanam pohon apalagi melakukan penghijauan. Atau saya juga tidak tergabung dengan organisasi yang mendukung kelestarian bumi, ikut unjuk rasa untuk partisipasi bumi dan sebagainya. Toh itu salah satu gerakan nyata yang terlihat jika kita ingin memberikan kontribusi pelestarian bumi?

Lihat saja, jika kita perhatikan, tak sedikit gerakan menanam pohon dan penghijauan dicanangkan. Puluhan bahkan ratusan gerakan unjuk rasa digelar saat hari bumi untuk menarik simpati masyarakat agar perduli dengan bumi kita. Dan tak sedikit pula mereka yang ‘merayakan’ hari bumi dengan bermalam di tengah pegunungan, berusaha menyatu dengan alam. Tapi apa itu cukup?

Coba kita lihat dari sudut yang berlawanan. Gerakan penghijauan digalakkan, tapi apa ada pihak berwenang yang berusaha menghentikan pembantaian pohon di hutan secara liar?
Ratusan unjuk rasa digelar untuk menarik simpati masyarakat perduli dengan bumi, tapi apa mereka sadar jika iring-iringan kendaraan mereka memakan banyak BBM, serta menimbulkan kemacetan? (sekedar info, kendaraan yang berhenti dalam macet, lebih menyebabkan polusi dibanding kendaraan yang bergerak)
Mereka berkemah di tengah pegunungan, tapi apa semua dari mereka membawa sampahnya kembali ke rumah?

Sedikit bercerita, saya punya seorang teman yang terlihat cuek dan tidak perduli dengan pergerakan dunia. Anggap saja dia apatis atau apalah kalian menyebutnya. Tapi suatu ketika saya main ke kos dia, saya melihat ada pajangan boneka berlabel “Greenpeace Foundation” (maap kalau salah tulis). Ketika saya tanya, dia bilang itu dapat kiriman begitu saja. Ternyata dia “mengizinkan” rekening tabungannya secara otomatis dipotong dengan jumlah tertentu untuk diberikan ke rekening organisasi Greenpeace tersebut.

earth day 2013 wallpaper

Mungkin tiap orang punya cara mereka masing – masing. Seperti teman saya itu tadi contohnya. Tentu sangat baik jika kita bisa membuat sebuah kontribusi nyata untuk bumi kita.

Buat saya pribadi, peran serta kita dalam menjaga bumi gak harus selalu tampil dan terlihat. Buang sampah di tempat yang seharusnya, pakai kendaraan pribadi dan listrik seperlunya, jangan rusak taman – taman kota, buat saya itu sudah cukup. Bayangkan jika sebagian besar penduduk bumi lebih menghargai bumi dengan tindakan kecil seperti itu, mungkin Jakarta gak akan macet dan banjir, konsumsi BBM rendah dan polusi bisa ditekan.

Nah kalau kamu, apa kontribusi kamu buat bumi, selain ngebuat hari bumi menjadi trending topic di socmed? #HappyEarthDay

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *