Berburu Oleh-Oleh Khas Kota Batu dan Malang

Akhir bulan Februari 2016 lalu, saya mengajak keluarga untuk liburan ke kota Surabaya. Kebetulan waktu itu ada yang mau sedikit diurus di kampus, jadi sekalian saja mengajak istri yang sudah lama enggak liburan. Tapi karena di Surabaya sendiri saya bingung mau ajak dia kemana, khususnya tempat yang menarik juga untuk si kecil Queensha, akhirnya liburan lebih banyak kami habiskan di Kota Batu, Malang.

Kurang lebih seminggu kami di Kota Batu, Malang, saya dan istri mengakui kalau Batu adalah kota wisata yang terbilang komplit. Ada taman bermain, kebun binatang, museum, taman bunga, agrowisata dan tentu saja wisata kuliner. Dan alhamdulillah, hampir semua tempat wisata itu sempat kami kunjungi walau cuma sebentar. Mungkin ada beberapa yang terlewat, karena kami harus mempertimbangkan waktu juga. Kapan-kapan saya buat tulisan di blog iKurniawan.com ini tentang masing-masing tempat wisata deh.

Berwisata ke suatu daerah, sudah pasti kurang afdol rasanya kalau enggak membawa pulang oleh-oleh untuk keluarga yang ada di rumah. Karena saya sendiri jarang membeli oleh-oleh saat ke Malang atau Batu, jadi saya juga enggak tahu oleh-oleh apa yang sedang disukai waktu itu. Maka bermodal Google dan juga lihat promosi-promosi yang banyak ada di tepi jalan, berikut ini beberapa oleh-oleh khas Batu dan Malang yang akhirnya kami bawa pulang!

Pusat Oleh-oleh Brawijaya Batu Malang

#1 Pia Brawijaya, Batu
Jujur saya agak lupa dengan namanya, cuma kalau enggak salah namanya Pia Sriwijaya. Seperti namanya, ini memang kue pia yang mungkin juga ada di banyak tempat. Tapi sepertinya karena ini adalah hasil produksi dari salah satu toko oleh-oleh besar di Batu dengan nama yang sama, maka jadilah pia ini diberi nama Pia Sriwjaya.

Pia Brawijaya ini dikemas dengan kemasan kotak coklat yang cukup menarik. Pilihan rasanya juga cukup beragam. Seingat saya ada rasa kacang hijau, apel, keju dan durian. Kalau sedang tidak terlalu ramai, kamu bisa cobain dulu rasanya dengan mencicipi pia yang sudah dipotong-potong dan disimpan di toples tester. Saya waktu itu mencicipi 4 potong tester. Istri habis 2 dan si kecil satu potong. Karena rasanya bisa dibilang enak, maka ini adalah oleh-oleh pertama yang kami beli. Untuk harga, berkisar antara 35 ribu sampai 50 ribu.

#2 Aneka Keripik
Di pusat oleh-oleh Batu, mungkin keripik adalah salah satu jenis oleh-oleh yang paling banyak dijual serta paling beragam jenisnya. Ada keripik buah, keripik tempe, keripik sayuran sampai keripik ceker atau usus. Tinggal pilih saja sesuai selera atau ukuran.

Istri waktu itu memilih untuk membeli keripik tempe. Alasannya sederhana, murah, enak dan hampir semua orang suka. Kalau keripik buah, di Lampung juga lumayan banyak. Dan untuk beberapa jenis buah, ada yang orang tidak suka karena asam atau alasan lainnya.

#3 Cokelat Apel Khas Batu Malang
Batu atau Malang jelas terkenal sebagai kota Apel. Jadi kalau kamu enggak keberatan bawa barang banyak, oleh-oleh apel malang jelas bagus. Tapi karena saya malas bawa barang banyak, saya cari versi olahannya saja.

Salah satunya ya cokelat apel ini. Sebenernya enggak sengaja juga ketemunya pas lagi lihat macam-macam oleh-oleh yang dipajang. Tiba-tiba melihat cokelat apel yang dikemas dengan menarik. Akhirnya saya membeli beberapa buah untuk dimakan sendiri atau juga dibagikan ke keluarga. Dan rasanya cukup enak juga kok!

Bakso President Khas Kota Malang

#4 Bakso President
Turun dari kota Batu, jelas lebih afdol kalau mampir sejenak ke kota Malang. Kali ini istri mau mencicipi bakso malang yang sudah sering masuk televisi. Namanya Bakso President. Sebenarnya waktu itu saya mau ajak ke Bakso Damas saja, toh suda tahu tempatnya dan sekalian jalan pulang. Tapi karena jarang-jarang bisa liburan bareng, okelah saya cari lokasi Bakso President dengan mengandalkan GPS hape.

Lokasi Bakso President ternyata enggak jauh dari jalan utama. Hanya saja letaknya cukup bikin terkesan, pas di sebelah rel kereta api. Malah ketika lagi asik makan, ada kereta lewat lengkap dengan klaksonnya. Si kecil sampai terbangun dari tidur karena kaget.

Anyway, saya enggak mau bahas lengkap atau review kuliner Bakso President ini. Tapi kebetulan saat pesan bakso, istri melihat berbagai olahan bakso yang dijadikan oleh-oleh. Yang saya ingat sih keripik bakso atau bakso goreng (basreng?). Rasanya ada yang original, atau pedas. Dan istri membeli 2 bungkus dengan rasa yang berbeda. Selain itu, katanya sih tersedia juga frozen bakso gitu buat yang mau bawa pulang. Tapi untuk yang satu ini, enggak dulu deh.

Oleh-Oleh Khas Malang Strudel

#5 Malang Strudel
Nah, ini juga salah satu oleh-oleh yang lagi hype banget di Kota Malang. Waktu baru dateng aja, ada billboard gede banget yang majang foto Shireen Sungkar lagi promosi makanan yang satu ini. Di tengah kota Malang, ada lagi suaminya yang juga ikut promosi ni makanan. Karena penasaran, lagi-lagi istri bertekad untuk mencari alamat outlet Malang Strudel ini saat pulang ke Surabaya.

Dari situsnya, alamat outlet Malang Strudel ada di Jalan Ardimulyo No 14 Singosari, Malang. Gampangnya sih, ada di jalan raya saat baru keluar dari kota Malang akan menuju ke Surabaya. Sekitar 1 KM setelah pasar Singosari. Gampang kok carinya, karena sepanjang jalan ada petunjuk jarak untuk sampai ke outlet mereka. Ternyata outletnya cukup besar dari luar, tapi agak sempit di bagian dalam. Dan di outlet ini saya baru tahu, kalau ini adalah milih Teuku Wisnu. Oalah…..pantesin…

Pilihan rasa yang ada di Malang Strudel ini antara lain keju, jagung manis dan apel. Agak lupa juga. Tapi perlu diperhatikan banget, PENTING, makanan ini punya masa kadaluarsa yang sangat pendek. Sekitar 3 hari saja. Dan saya baru tahu setelah sampai di Bandar Lampung. Praktis dari 3 Malang Strudel yang saya beli, hanya satu yang berkondisi segar. Sementara 1 tidak bisa diselamatkan karena sudah jamuran, dan satu lagi sedang diambang batas. Nah tips banget ini kalau enggak mau langsung dimakan atau dibawa pulang hari itu juga, pilih yang masa produksi hari itu juga. Jadi masa kadaluarsanya bisa lebih panjang!

#6 Repoeblik Telo
Dari namanya saja kita sudah tahu kalau ini adalah pusat oleh-oleh dengan bahan baku telo atau ubi. Lupa alamat lengkapnya, hanya letaknya juga di jalan raya Malang-Surabaya. Tepat setelah keluar kota malang dan melewati jalan layangnya itu. Outlet telo-teloan ini ada di kiri dan kanan jalan. Saya enggak tahu perbedaannya, tapi kata pelayannya sih produknya sama-sama saja. Hanya jajanan saja yang berbeda.

Di Repoeblik Telo ini kita bisa mencicipi atau membeli oleh-oleh aneka makanan olahan telo. Contohnya es krim telo, bakpao telo, stik telo, keripik telo, brownies telo, telo bar dan beberapa lagi macamnya. Untuk harga juga relatif terjangkau kok. Kalau soal rasa, enggak bisa banyak komentar. Kebetulan hanya mencicipi es krim, bakpao, telo bar dan stik telo. Saya sih suka bakpao dan stiknya. Sisanya, yah….rasa telo.

Kayaknya sih itu aja oleh-oleh yang saya bawa dari Batu dan Malang kemarin. Kalau dari Surabaya jelas beda lagi. Iyah, banyak borong oleh-oleh deh kemarin. Jadi tahu donk kenapa saya bikin tulisan tentang tips belajar menabung. Oleh-oleh di atas saja rasanya sudah cukup banyak kok. Atau masih ada oleh-oleh khas Malang atau kota Batu yang terlewatkan dan seharusnya saya beli ya?

Tulisan Lainnya

Cerita Hidup Versus Cerita Film Cinta adalah ABG 17 tahun yang baru aja pindah ke sekolah yang baru. Di sekolahnya yang baru ini, dia kenal dengan cowok kece rambut cepak bawa mobil ...
Pengalaman Menginap Di Hotel Sahira Butik Bogor Pertengahan Mei 2016 ini saya mendapatkan tugas untuk mengikuti kegiatan kantor selama kurang lebih 4 hari. Pelaksanaannya sendiri dibagi menjadi dua ...
23 Jam Di Kota Makassar: Pisang Epe, Coto Makassar... Setelah berkunjung ke Bali beberapa waktu lalu, kali ini saya berkesempatan untuk berkunjung ke Kota Makassar. Kota yang merupakan ibukota Propinsi Su...
Menikmati Sedapnya Martabak Malabar Arham Di Kota ... Martabak Malabar Padang - Berkunjung ke Kota Padang, Sumatera Barat itu seperti datang ke sentra kuliner yang sangat khas. Bayangin coba, siapa yang e...

3 Comments

Leave a Reply