Belajar Mengatasi Anak Yang Suka Jajan

Memiliki anak yang masih kecil, atau untuk saya khususnya yang masih di usia balita / batita, tentu masih asik-asiknya mengeksplorasi segala hal. Kondisi ini juga menjadikan si anak jadi pengen tau banyak, dan banyak yang dimauin. Apa yang dilihat dan dirasa menyenangkan sudah pasti jadi hal yang bakal terus dia minta lagi dan lagi. Salah satunya adalah : JAJAN.

Mungkin untuk yang tinggal di apartemen atau cluster mewah, enggak terlalu diribetkanĀ dengan masalah yang satu ini. Selain belum bisa jajan di sekolah (karena belum sekolah), biasanya di tempat-tempat tersebut jarang ada yang buka warung jajanan. Berbeda dengan keluarga yang tinggal di daerah seperti tempat saya dibesarkan. Anak bebas bermain ke jalan kecil depan rumah, dimana banyak warung jajanan dan juga penjual makanan mondar-mandir penuh godaan.

Cemilan Sehat Anak Balita Roti Ubi Jalar Manis

Kalau kata orang-orang yang senior sih, masalah kita bisa menahan anak untuk tidak terlalu sering jajan itu adalah kemampuan orang tua untuk mengendalikan anak. Tapi buat saya dan istri, rasanya hal tersebut bukan soal kemampuan mengendalikan, tapi kemampuan kita untuk ngajarin anak tentang baik-buruk kebiasaan jajan itu. Dan untuk anak berusia 3 tahun dengan sifat garang dan keras kepala, saya harus sering-sering berdebat dengan anak untuk menekan keinginan jajannya itu. Jujur saja, agak sulit. Selain dia ngambekan, dia didukung si nenek yang rajin ngejajanin ditambah dengan warung jajanan yang ternyata tinggal jalan jongkok lima langkah sudah sampe. Iya, warungnya di sebelah rumah -__-“

Untuk mengatasi masalah anak suka jajan ini maka saya mencoba dua hal secara bersamaan. Yang pertama meski kurang dianjurkan oleh istri, saya menerapkan sistem reward and punishment. Ketika anak minta jajan, maka saya akan memberikan uang sembari mencoba memberikan tawaran. Intinya sih, kalau uang itu mau dia tabung ke celengan, maka nanti pas jalan-jalan akhir minggu (yang biasanya ke mall) dia boleh beli es krim yang dia suka, atau makan di mall yang juga dia doyan. Tapi kalau dia tetep mau jajan, enggak ada es krim atau jajanan lainnya di mall.

Cemilan Sehat Anak Es Krim Buah

Cara tersebut rupanya cukup efektif. Buktinya, dua kaleng celengan dia penuh dengan uang receh pemberian saya dan ibunya. Bahkan dia mau uangnya ditabung ke bank biar bisa dapat kartu ATM seperti yang di film Upin dan Upin. Soal ini, nanti saya ceritakan di post yang lain. Yang jelas, ini lumayan berhasil dan dia jarang jajan. KECUALI saat bapaknya dan ibunya jajan, atau juga saat neneknya mengajak dia ke warung untuk beli sayuran. Yang ini, susah ditahan.

Belajar Membuat Cemilan Sehat Untuk Anak

Cara kedua adalah cara yang sebenarnya paling tepat dan banyak dianjurkan, yaitu dengan membuat sendiri camilan sehat untuk anak. Untuk yang satu ini saya agak-agak susah. Bukan saya enggak bisa masak, tapi semua yang bisa saya masak kebanyakan agak-agak kurang sehat. Dari semua masakan yang saya bisa, yang bisa dianggap camilan dan sering saya masak untuk anak saya adalah spagheti yang bumbunya banyak dijual di minimarket, nasi goreng (ini camilan bukan sih?), jus buah, milkshake, burger dan terakhir popcorn. Meski agak kurang sehat, setidaknya saya tahu persis bumbu apa saja yang ada di makanan-makanan tersebut.

Cemilan Sehat Anak Batita Sandwich Es Krim Ubi Jalar

Untungnya, istri saya cukup produktif untuk yang satu ini. Dia rajin mencoba menu-menu baru untuk camilan sehat batita atau camilan sehat balita yang mudah ditemukan dengan menggunakan mesin pencari Google. Beberapa camilan sukses dia buat dan untungnya anak saya juga suka. Diantaranya adalah empek-empek, pancake, roti ubi, donat ubi (apa donat kentang ya waktu tuh?), sandwich es krim, es krim ubi manis dan terakhir kemarin itu es krim strawberry dan es krim nanas.

Dengan usaha plus cemilan-cemilan anak tersebut di atas, saya dan istri berhasil menekan kebiasaan jajannya. Enggak 100 persen banget memang, ada beberapa momen dimana si anak tetap kami izinkan jajan (karena ayah bunda nya juga memang kepengen itu jajanan). Dan dari sini saya juga semakin rajin untuk menyimpan resep-resep makanan ringan praktis yang masih mungkin untuk saya coba buat. Semoga nanti saat saya coba, anak juga bisa suka dan lebih memilih cemilan anak rumahan daripada jajanan yang kurang sehat.

Tulisan Lainnya

Pengalaman Nonton Film Di Bioskop 4DX BlitzMegaple... Sebagai orang yang berasal dari daerah, jujur saja saya enggak banyak mengenal jenis 'merk' dan jenis bioskop. Dari kecil yang saya tahu cuma bioskop ...
Mengurus Perpanjangan SIM Yang Kadaluarsa Kalau kata istri, saya adalah orang paling taat sama peraturan lalu lintas yang pernah dia kenal. Walau enggak taat - taat banget, tapi memang saya pa...
Pengalaman Belanja Online di Elevenia Bikin Kapok Belanja online di Indonesia sekarang sudah makin menjamur. Kalau dulu hanya sebatas toko online dan tempat iklan online saja, sekarang sudah makin ban...
Blogger, Dari Coretan Diary Sampai Kreatifitas Dun... Selasa, 27 Oktober 2015 Hari ini lini masa media sosial seperti Twitter dan Facebook rame dengan cuitan tentang Hari Blogger Nasional. Sedikit meliri...

2 Comments

Leave a Reply